HUTA NAULI, SERDANG BEDAGAI —indonesia-monitoring.com
Curah hujan tinggi sejak dini hari memicu meluapnya sungai dan merendam permukiman warga di Desa Huta Nauli, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, pada Jumat, 28 November 2025. Dalam kondisi darurat tersebut, Kepala Desa Huta Nauli, Jefri P. Simanjuntak, bersama Babinsa Koramil 16/Dolok Masihul, Mangisi Polma Yustinus Sihombing, bergerak cepat turun ke lapangan untuk memberikan pendampingan langsung kepada masyarakat.
Banjir dengan ketinggian air mencapai 60 hingga 90 sentimeter ini merendam rumah warga dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Menyadari situasi kritis, Jefri P. Simanjuntak memimpin koordinasi bersama perangkat desa untuk memastikan proses evakuasi warga berjalan aman. Ia juga melakukan pendataan dampak banjir dan memantau kondisi warga yang rumahnya tergenang.
“Kami tidak bisa menunggu lama. Ketika warga menghadapi banjir, kami harus hadir. Prioritas kami adalah keselamatan, evakuasi barang, dan pendataan dampak agar bantuan lanjutan bisa segera ditindaklanjuti,” ujar Jefri saat berada di lokasi banjir.
Di sisi lain, Babinsa Mangisi Polma Yustinus Sihombing sigap membantu masyarakat mengamankan barang-barang berharga, memberikan arahan keselamatan, hingga memetakan situasi wilayah untuk langkah penanganan berikutnya. Menurutnya, keberadaan TNI di tengah bencana merupakan bagian penting dari tugas teritorial.
“Pendampingan ini sudah menjadi tugas kami. Kami siap membantu masyarakat sampai banjir surut dan situasi kembali aman,” tegas Yustinus Sihombing.
Kehadiran dua aparat kewilayahan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Seorang warga mengungkapkan bahwa kedatangan Kades dan Babinsa memberikan rasa tenang dan kekuatan di tengah situasi sulit.
Hingga berita ini ditulis, banjir masih menggenangi sejumlah titik, namun tidak ada laporan korban jiwa. Pemerintah desa bersama Koramil 16/Dolok Masihul dan pihak kecamatan telah menyiapkan langkah lanjutan berupa pembentukan posko darurat, pendistribusian logistik, serta rencana pembersihan lingkungan setelah banjir surut.
Sinergi antara pemerintah desa dan TNI ini menunjukkan betapa pentingnya kepemimpinan dan respons cepat dalam menghadapi bencana, sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat di tingkat desa.
(Cosmas Manurung)