Tanjungbalai,Indonesia-Monitoring.com
Gerakan Berantas Kedzaliman (GEBRAK) melakukan aksi unjuk rasa didepan kantor dinas Lingkungan Hidup kota Tanjungbalai,jalan gaharu kelurahan sirantau kecamatan Datuk bandar, Jum'at (31/01/2025)
Ryansah Putra, dalam aksinya menyebutkan sebagai pengawasan kinerja aparatur sipil negara, peran mahasiswa pemuda sebagai agen perubahan, diharapkan mampu menjadi peran yang penting dikalangan masyarakat serta menjalankan tugas untuk memperbaiki system pemerintahan yang harus diawasi dengan baik.
Apalagi katanya, sudah 79 Tahun umur kemerdekaan Republik Indonesia, yang menjadi kemerdekaan seluruh rakyat Indonesia, kami sebagai mahasiwa dan pemuda tidak mau kemerdekaan itu hilang dikarenakan oknum-oknum pengusaha nakal yang dapat menjadikan buramnya cita-cita bangsa.
"Kami mahasiswa dan pemuda tidak mau kemerdekaan hilang dikarenakan oknum pengusaha nakal yang dapat menjadikan buramnya cita cita bangsa", teriaknya
Untuk itu katanya, sebagai pengawasan kinerja aparatur sipil negara, peran mahasiswa pemuda sebagai agen perubahan, diharapkan mampu menjadi peran yang penting dikalangan masyarakat serta menjalankan tugas untuk memperbaiki system pemerintahan yang harus diawasi dengan baik.
Secara bergantian Salman Alfarizi menyebutkan, dalam UU nomor 9 Tahun 1998 sudah diatur tentang kemerdekaan menyampaikan aspirasi atau pendapat di muka umum.
Atas dasar tersebut segenap Pengurus Gerakan Berantas Kedzoliman, siap sebagai penyambung lidah masyarakat yang selalu memberikan dharma bhaktinya untuk ummat dan bangsa demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera
Salman menyebutkan, adanya ditemukan sebuah gudang pengolahan hasil laut/ikan asin DL1 dan DL2 di jalan lingkar kelurahan Pematang Pasir kecamatan Teluk Nibung yang diduga telah mencemari lingkungan dan sungai yang mengakibatkan keadaan air menjadi sangat berbahaya dan meresahkan masyarakat
Hal ini jelas katanya, menjadi bentuk kenakalan dari oknum pengusaha yang egois dan mementingkan keperluan pribadi tanpa mengingat atau memikirkan keresahan masyarakat untuk menggunakan air sungai tersebut.
"Adanya ditemukan gudang pengolahan hasil laut / ikan asin DL1 dan DL2 yang diduga egois yang mengakibatkan tercemarnya air sungai sehingga mengakibatkan keresahan masyarakat dalam menggunakan air tersebut",tegasnya
Untuk itu GEBRAK mendesak Dinas Lingkungan Hidup untuk segera menertibkan Oknum Pengusaha Nakal seperti yang dilakukan oleh Pihak Gudang DL1 dan DL2, dan segera menindaklanjuti dampak pencemaran lingkungan yang mengakibatkan air Sungai menjadi sangat berbahaya untuk di gunakan oleh masyarakat.(Yan)