Tanjungbalai,Indosia Monitoring.com
Terkait adanya dugaan pelecehan terhadap Mahasiswi di Poli Tehnik Tanjungbalai, yang diduga dilakukan oleh Plt Dirut nya Perhimpunan Aktivis Muda Indonesia (PAMI), yang terdiri dari para Mahasiswa/i dari berbagai kampus melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor wali kota Tanjungbalai,kamis (4/12/2025).
Ketika ada seorang wanita yang dilecehkan, apalagi hal tersebut terjadi didalam ruang lingkup pendidikan yang dilakukan oleh petinggi kampus tersebut, kami dari mahasiswi yang berbagai kampus merasa terpanggil sebab kami tidak terima kalau perempuan itu dilecehkan dengan perkataan perkataan yang tidak wajar
Hal itu di sampaikan Nuraini Adhani salah seorang mahasiswi yang tergabung di PAMI dalam orasinya dengan penuh wajah marah untuk mempertahankan kewibawaan kaum perempuan
Selain itu Rizky Simatupang menyebutkan bahwa terjadinya sebuah yang diduga pelecehan berawal dari mahasiswi sedang mempertanyakan adanya pengutipan uang yang tidak tertera dalam peraturan kampus
"Ketika masiswi ini mempertanyakan soal adanya pengutipan yang tidak tertera dalam peraturan kampus kepada Plt Dirut Poltan dengan harapan mendapat jawaban namun malah sebaliknya mereka ini mendapat ucapan yang tidak sewajarnya", teriak tupang
Sementara Ramadhan Batubara yang akrab disapa bung Madhon, salah satu aktivis senior ditanjungbalai mengucapkan, miris melihat kejadian ini, yang seharusnya Poltan itu adalah iconik kota tanjungbalai yang harus dijaga, namun terkesan Poltan ini akan hancur ditangan orang yang tidak memahami
"Kami sangat senang kalau ini ada kampus agar masyarakat tanjungbalai dapat menimba ilmunya tidak jauh jauh lagi namun kesenangan itu sirna ketika kami mendengar adanya dugaan kasus pelecehan, yang nantinya akan menimbulkan kesan yang tidak baik ditengah masyarakat", sebutnya
Bung madhon juga menyebutkan bahwa penempatan Plt Dirut Poltan terkesan Politik balas jasa, Ia juga mempertanyakan soal legal standing pengangkatan pudir yang diangkat oleh Plt Dirut, sebab menurut bung madhon Plt tidak boleh mengangkat dan memberhentikan pejabat strategis
"Selain pengangkatan Plt Dirut ini diduga terkesan politik balas jasa, ditambah lagi persoalan Plt nya mengangkat Pudir baru, padahal Plt tidak boleh mengangkat dan memberhentikan pejabat strategis, Plt hanya dapat melaksanakan tugas rutinitas, apa dasar Plt Dirut mengangkat Pudir baru dan memberhentikan Pudir lama",tegas bung madhon
Rizky Iswandi yang turut tergabung dalam Perhimpunan Aktivis Muda Indonesia mendesak wali kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim Batu Bara untuk mencopot Plt Dirut Poltan, sebab diduga Plt tersebut tidak mampu dan terkesan arogansi
"Melihat dari permasalahan yang ada di Poltan yang terkesan tidak mendukung program Tanjungbalai emas, maka kami mendesak Wali Kota Tanjungbalai untuk segera mencopot Plt Dirut, sebab kami duga tidak mampu dan terkesan arogansi dalam kepemimpinannya", jelas nya.(Yan)