Erbin mengatakan, Waisak momentum untuk mengintrospeksi, baik dari pikiran, perbuatan, dan ucapan agar mempunyai komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah melaksanakan Pradaksina.
“Kami dari panitia, khususnya DPD Walubi Kota Pematangsiantar mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya tentunya kepada Bapak Wali Kota Wesly Silalahi, dukungan yang sangat luar biasa. Setiap kegiatan dari Walubi, kemarin juga waktu Cap Go Meh Bapak hadir membersamai kita,” katanya.
Karena hasil dari Setara Institute, kita berada di posisi ke-4 sebagai Kota Paling Toleransi di Indonesia. Berani menunjukkan komitmen kita bersama, kepedulian kita bersama, untuk membangun kota tercinta, lanjutnya.
Masih kata Erbin, saat ritual Pradaksina, peserta membawa lilin elektrik, mengikuti perkembangan zaman.
Jadi lilin ini melambangkan kebajikan yang harus selalu kita lakukan, seperti lilin yang mengorbankan dirinya untuk memberikan penerangan bagi siapapun tanpa mempedulikan perbedaan etnis, suku, ras, dan gender, bahkan semua makhluk, imbuhnya. (S.Sitorus)