Sementara itu, Bupati Baharuddin Siagian menegaskan bahwa pengembangan varietas cabai unggul merupakan bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
"Ini adalah janji saya. Saya ingin Lubuk Cuik maupun Gambus Laut menjadi sentra cabai varietas unggul sehingga mampu meningkatkan hasil produksi. Dengan demikian, Kabupaten Batu Bara dapat menjadi daerah penghasil cabai terbesar kedua di Sumatera Utara," tegas Bupati Batu Bara.
Program seleksi varietas ini bertujuan menentukan jenis cabai merah keriting yang memiliki daya adaptasi terbaik terhadap kondisi tanah dan iklim di Kabupaten Batu Bara. Melalui proses tersebut diharapkan lahir varietas unggul yang berproduksi tinggi, tahan terhadap kondisi lingkungan setempat, serta mampu meningkatkan pendapatan petani.
Bupati Batu Bara menilai kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Batu Bara dan Fakultas Pertanian IPB merupakan langkah strategis dalam menghadirkan inovasi di sektor pertanian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Panen perdana ini menjadi tahapan awal dari rangkaian seleksi berbagai varietas cabai merah keriting yang akan terus dilanjutkan melalui musim tanam berikutnya. Varietas terbaik hasil seleksi nantinya diharapkan menjadi identitas pertanian Kabupaten Batu Bara dengan nama Cabai Merah Keriting "Bahagia" sebagai varietas unggulan daerah.
Melalui kerja sama ini, Pemerintah Kabupaten Batu Bara menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kemajuan sektor pertanian melalui penerapan teknologi, penelitian, dan inovasi bersama perguruan tinggi serta mitra strategis. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, serta mewujudkan kesejahteraan petani dan masyarakat Kabupaten Batu Bara.(Edo,R)