SIBOLGA –indonesia-monitoring.com
Belum terungkapnya kasus dugaan pelemparan bom molotov terhadap rumah seorang warga di Kota Sibolga memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat. Korban sekaligus pelapor, Risman Lase, didatangi puluhan orang yang mengaku berasal dari kawasan Pasar Belakang setelah beredarnya informasi di media sosial terkait dugaan lokasi pelaku.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (19/7/2026). Risman menilai insiden itu tidak lepas dari belum adanya kepastian mengenai pelaku kedua dugaan serangan bom molotov yang telah dilaporkannya kepada kepolisian.
"Saya sudah dua kali menjadi korban dugaan pelemparan bom molotov di rumah saya dan kedua peristiwa itu telah saya laporkan kepada pihak kepolisian. Saya berharap kasus ini dapat segera diungkap sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujar Risman.
Ia menjelaskan, pernyataan yang pernah diunggahnya di media sosial mengenai dugaan pelaku berada di kawasan Pasar Belakang bukan dimaksudkan untuk menuduh warga di kawasan tersebut sebagai pelaku tindak pidana.
Menurut Risman, unggahan tersebut dibuat berdasarkan informasi yang saat itu beredar di media sosial dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Yang saya sampaikan saat itu mengacu pada informasi yang simpang siur dan beredar di media sosial. Itu bukan berarti saya menyebut atau menuduh warga Pasar Belakang sebagai pelaku. Siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa ini merupakan kewenangan aparat penegak hukum untuk membuktikannya berdasarkan proses penyelidikan dan penyidikan," katanya.