Menurutnya, meski proses administrasi dan lelang belanja modal membutuhkan waktu karena aturan penyesuaian harga dari pemerintah pusat, tata kelola yang bersih justru menjadi bukti bahwa penyerapan anggaran dilakukan secara tepat, bukan sekadar menghabiskan dana secara terburu-buru. Efisiensi ini terlihat dari prioritas program yang langsung menyentuh kebutuhan publik, termasuk program padat karya dan jaminan layanan kesehatannya masyarakat. [1, 2, 3, 4]Albertus menambahkan, koordinasi mingguan yang intensif dilakukan oleh Wakil Bupati Emanuel Kemong bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) menjadi kunci utama dalam mengawal transparansi tagihan proyek pihak ketiga. [1, 2]"Pemerintah daerah tidak lagi sekadar mengejar persentase angka serapan yang tinggi di awal, melainkan fokus pada kualitas serapan yang tepat waktu dan akuntabel. Kita harapkan pada sisa semester kedua tahun 2026 ini, akselerasi pembangunan fisik di lapangan semakin memacu roda perekonomian di Kota Emas Mimika," pungkasnya.
[BT)