Bupati Batu Bara juga mengapresiasi kontribusi BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Batu Bara yang selama ini konsisten mendampingi para petani melalui Program Lumbung Pangan Padi. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Batu Bara terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia menjelaskan bahwa Program Lumbung Pangan merupakan salah satu program unggulan BAZNAS yang kini telah berkembang di 35 sentra lumbung pangan di Indonesia, termasuk Kabupaten Batu Bara.
Menurutnya, setiap kelompok tani binaan rata-rata beranggotakan sekitar 30 petani dan memperoleh dukungan pembiayaan sesuai kebutuhan usaha tani. Program tersebut diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan, ketahanan air, dan ketahanan energi sebagaimana menjadi prioritas pembangunan nasional.
Di Kabupaten Batu Bara, Program Lumbung Pangan Padi BAZNAS melibatkan 258 petani mustahik yang mengelola lahan seluas 180,30 hektare di empat kecamatan, yakni Datuk Lima Puluh, Air Putih, Sei Balai, dan Datuk Tanah Datar. Program ini terus berkembang sebagai salah satu sentra pemberdayaan petani di Sumatera Utara.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan Program Lumbung Pangan BAZNAS kepada Kelompok Tani Al Ikhlas, Al Hidayah, dan Al Munawwarah senilai Rp373.300.000. Selain itu, Kelompok Tani Sepakat menyerahkan zakat pertanian kepada BAZNAS Kabupaten Batu Bara sebesar Rp16.000.000 sebagai wujud keberhasilan pemberdayaan zakat produktif.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan penyerahan santunan kepada anak yatim serta panen padi bersama sebagai simbol keberhasilan kolaborasi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan para petani dalam mewujudkan kemandirian pangan di Kabupaten Batu Bara (Edo, R) .