Sementara itu, perwakilan dari US Pacific Fleet, Kapten Robert Reyes, menegaskan bahwa langkah bersama ini memiliki makna yang sangat besar dan menjadi inti dari esensi pelaksanaan Latma Pacific Partnership.
"Saat kita melaksanakan kegiatan hari ini, ini sungguh merupakan hal yang kita nantikan demi menciptakan masa depan yang lebih baik, tidak hanya bagi generasi saat ini, tetapi juga bagi generasi mendatang," ungkap Kapten Robert Reyes.
Senada dengan hal tersebut, Wakapuskes TNI, Laksma TNI Tjahja Nurrobi, menekankan bahwa aksi penanaman pohon ini melampaui sekadar agenda simbolis semata, melainkan simbol nyata dari komitmen internasional dalam menjaga alam.
"Kegiatan ini jauh melampaui sekadar tindakan simbolis. Hal ini mencerminkan komitmen bersama kita untuk melestarikan lingkungan sekaligus melambangkan kuatnya persahabatan dan kerja sama internasional. Dengan menanam satu pohon mangrove, kita menanam harapan, memperkuat kemitraan, dan mewariskan jejak abadi yang bermanfaat bagi masyarakat setempat serta lingkungan," tutur Laksma TNI Tjahja Nurrobi.
Melalui sinergi lintas negara dan instansi ini, diharapkan kawasan pesisir Tapanuli Tengah semakin kokoh dalam menghadapi tantangan perubahan iklim serta bencana alam di masa depan.
Turut hadir Dansatgas Pacific Partnership 2026, mewakili Danrem 023/KS, Forkopimda Tapanuli Tengah, Wakil Ketua DPRD Tapanuli Tengah, Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah, mewakili Konjen AS di Medan, Jajaran Pangkalan TNI AL (Lanal) Sibolga, mewakili Matauli Pandan, Manager PLN Labuan Angin, Pasukan US Pacific Fleet, serta tamu undangan lainnya.
*JS*