daerah

Harga Gas Subsidi Melonjak, Pemkab Siapkan Operasi Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 19:38 WIB

OKU Timur | Tabloidbnn.com

 

Lonjakan harga LPG 3 kilogram bersubsidi hingga Rp50.000 per tabung di wilayah Belitang dan sekitarnya menjadi perhatian serius. Kondisi ini dinilai memberatkan masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga.

 

Persoalan tersebut mencuat dalam Rapat Paripurna ke-18 DPRD Kabupaten OKU Timur Masa Sidang III Tahun 2026, Selasa, 28 Juli 2026, yang membahas jawaban pemerintah atas pemandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

 

Bupati OKU Timur, Ir. H. Lanosin, M.T., M.M., menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan dan tingginya harga LPG bersubsidi. Salah satunya melalui pelaksanaan operasi pasar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan bekerja sama dengan PT Pertamina dan agen penyalur.

 

Selain itu, pemerintah daerah mengimbau seluruh agen dan pangkalan untuk menjaga ketersediaan stok serta menjual LPG sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Pengawasan distribusi juga akan diperketat guna memastikan pasokan tepat sasaran.

 

Pemkab OKU Timur turut menyoroti penggunaan LPG subsidi oleh sektor nonrumah tangga yang dinilai mengganggu distribusi. Pelaku usaha seperti hotel, restoran, laundry, usaha batik, peternakan, hingga sektor pertanian diimbau tidak menggunakan LPG bersubsidi.

 

Di sisi lain, pemerintah juga menanggapi kelangkaan bahan bakar minyak jenis solar dengan mengajukan penambahan kuota ke BPH Migas Republik Indonesia serta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait.

 

Halaman:

Terkini