"Pada saat bencana kita sudah merasakan sendiri, wilayah ini sangat terisolir karena akses jalur darat tertutup oleh longsoran," kenangnya.
Oleh karena itu, reaktivasi rute penerbangan ini dinilai bukan hanya sekadar sarana mobilitas bisnis dan pariwisata, tetapi juga menjadi infrastruktur penyelamat yang krusial bagi kelancaran distribusi logistik dan penanggulangan keadaan darurat.
"Saya sampaikan bahwa transportasi ini sangat bermanfaat bagi kita, untuk bisa melanjutkan pengembangan wilayah kita ini ke depan," pungkasnya.
Melalui forum strategis yang diinisiasi oleh Bank Indonesia Sibolga ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, otoritas perhubungan, maskapai penerbangan, maupun pelaku usaha, dapat menyatukan visi dan merumuskan langkah konkret. Reaktivasi penerbangan Sibolga -Jakarta diyakini akan menjadi katalisator penting dalam menarik minat investor, mendongkrak sektor pariwisata, serta membuka isolasi geografis demi kesejahteraan masyarakat Tapanuli Tengah dan Pantai Barat Sumatera Utara secara keseluruhan.
Turut hadir Wali Kota Padangsidimpuan, Wakil Bupati Tapsel, Sekretaris Daerah Kota Sibolga, Dandim 0211/TT dan yang mewakili Forkopimda Sibolga - Tapteng, GM Garuda Indonesia, Wakil Ketua DPRD Tapteng, Pimpinan DPRD (Kota Sibolga, Padangsidimpuan, Tapanuli Selatan, Padang Lawas Utara), Kepala UPBU FL Tobing Pinangsori, Kadis Perhubungan Tapteng, Mewakili Kadis Pariwisata Tapteng, Mewakili PT AR, serta tamu undangan lainnya.
*JS*