Medan -indonesia-monitoring. Com
Wakil Bupati Tapanuli Tengah Mahmud Efendi pada Minggu 2 Agustus 2026 menghadiri secara langsung acara Penutupan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Tahun 2026 yang digelar di Arena PRSU, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Medan.
Penutupan agenda PRSU tersebut dilakukan secara resmi oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya. Acara ini turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Utara, para Bupati dan Wali Kota se-Sumatera Utara, perwakilan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), konsul serta konsul jenderal negara sahabat, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Surya, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan PRSU 2026 yang telah menginjak usia ke-50 tahun ini sukses mencatatkan perputaran uang sekitar Rp. 50 miliar selama satu bulan penuh pelaksanaan. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa PRSU memberikan dampak ekonomi yang masif dan signifikan bagi para pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta masyarakat luas di Sumatera Utara.
"Setiap daerah memiliki potensi masing-masing dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan terus mendorong agar potensi tersebut berkembang melalui penguatan iklim investasi, peningkatan daya saing daerah, serta pelayanan publik yang berkualitas," kata Surya.
Wagubsu juga berharap agar PRSU tidak sekadar menjadi agenda perhelatan tahunan biasa, melainkan momentum strategis dalam memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan guna menggenjot investasi, memajukan sektor UMKM, mendongkrak sektor pariwisata, serta mengoptimalkan berbagai sektor strategis lainnya di Sumatera Utara.
Direktur Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), Ferry Indra, dalam laporan penutupannya menyampaikan bahwa total kunjungan selama perhelatan PRSU 2026 berhasil menembus angka 161.309 pengunjung.
Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini membawa semangat transformasi baru yang tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan semata, tetapi juga berfokus pada kualitas penyelenggaraan yang mencakup aspek keamanan, kenyamanan, serta tata kelola yang profesional.