daerah

Selektif News Award 2026: Ishak Hutasuhut Dinobatkan sebagai Tokoh Toleransi Kota Pematangsiantar

Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:56 WIB

 

Pematangsiantar –indonesia-monitoring.com

Penghargaan Selektif News Award 2026 untuk kategori Tokoh Toleransi Kota Pematangsiantar 2026 menjadi apresiasi atas kiprah Ishak Hutasuhut dalam kehidupan sosial dan keumatan di Kota Pematangsiantar. Penghargaan tersebut diterima Ishak dalam kegiatan yang berlangsung di Sobat Bikers Cafe, Minggu, 9 Agustus 2026. Penghargaan ini sekaligus menempatkan sosok Ishak sebagai salah satu figur yang dinilai memiliki kontribusi dalam membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat yang beragam.

 

Bagi Ishak, penghargaan tersebut tidak sekadar menjadi bentuk pengakuan, tetapi juga membawa tanggung jawab moral untuk terus menjaga suasana kehidupan masyarakat yang harmonis. Apalagi Pematangsiantar dikenal sebagai kota dengan keberagaman latar belakang agama, etnis, budaya, dan organisasi kemasyarakatan. Karena itu, nilai toleransi tidak cukup hanya diwacanakan, tetapi membutuhkan keteladanan dan keterlibatan nyata dari berbagai elemen masyarakat.

 

Jejak Ishak dalam kehidupan sosial dan keumatan juga semakin kuat setelah dirinya kembali dipercaya memimpin Pengurus Daerah Al Jam’iyatul Washliyah Kota Pematangsiantar. Pada April 2026, Musyawarah Daerah ke-IX menetapkan M. Ishak Hutasuhut kembali sebagai Ketua PD Al Washliyah Kota Pematangsiantar untuk periode kepengurusan berikutnya. Amanah tersebut kemudian diperkuat melalui pelantikan kepengurusan yang berlangsung pada Juni 2026.

 

Dalam berbagai kesempatan, Ishak menyampaikan komitmen Al Washliyah untuk bersinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. Komitmen tersebut terlihat ketika kepengurusan Al Washliyah melakukan silaturahmi dengan Pemerintah Kota Pematangsiantar untuk membahas agenda organisasi serta berbagai program keumatan. Pemerintah Kota Pematangsiantar sendiri menempatkan organisasi keagamaan sebagai mitra strategis dalam membangun masyarakat dan menjaga kerukunan. 

 

Pesan tentang toleransi juga menjadi salah satu perhatian Ishak dalam menjalankan kepemimpinannya. Dalam pemberitaan mengenai pelantikan kepengurusan Al Washliyah periode 2026–2031, Ishak menegaskan kesiapan organisasinya berkolaborasi agar Pematangsiantar terus memperkuat posisi sebagai kota yang toleran. Ia juga menegaskan bahwa setiap persoalan yang berpotensi mengganggu persatuan harus disikapi secara bijak dan tetap berada dalam koridor hukum. 

 

Perhatian terhadap toleransi tersebut memiliki konteks yang kuat karena Pemerintah Kota Pematangsiantar menyebut kota ini telah meraih peringkat keempat sebagai kota toleran di Indonesia. Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi bahkan mendorong seluruh sektor untuk memperkuat kolaborasi agar capaian tersebut dapat ditingkatkan. Dalam konteks itu, peran tokoh agama dan pimpinan organisasi kemasyarakatan menjadi penting untuk menjaga komunikasi, membangun persaudaraan, serta mencegah perbedaan berkembang menjadi konflik. 

 

Halaman:

Terkini