• Rabu, 12 Agustus 2026

Jalan Hapinis Amblas, Akses Muara Batangtoru Lumpuh

.
Bastian Tampubolon, Indonesiamonitoring.com
- Minggu, 7 Desember 2025 | 23:27 WIB

Tapanuli Selatan – Indonesia-Monitoring com

Arus lalu lintas di Jalan Tanjakan Hapinis, Kecamatan Muara Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mengalami kemacetan total pada Selasa (7/12/2025). Kondisi ini dipicu amblasnya salah satu ruas jalan yang menjadi akses vital menuju dan dari kawasan Pasar Batangtoru, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa antre panjang dalam waktu berjam-jam.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Tanjakan Hapinis, sebuah jalur yang dikenal memiliki kontur ekstrem dan tanjakan curam. Kapan terjadinya gangguan lalu lintas tersebut dilaporkan sejak pagi hari dan terus berlanjut hingga siang, setelah kawasan itu diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir. Curah hujan yang terus-menerus memperparah kondisi tanah penyangga jalan dan memicu amblasnya badan jalan.

Siapa yang terdampak adalah para pengendara, pedagang, dan masyarakat yang mengandalkan jalur tersebut sebagai akses utama aktivitas ekonomi dan sosial. Salah seorang pengendara, Rian, mengaku terjebak dalam antrean hingga hampir dua jam. “Kami terjebak macet hampir dua jam. Untung posisi kendaraan sudah di depan, kalau di belakang bisa lebih lama lagi,” ujarnya.

Apa yang terjadi bukan hanya amblasnya badan jalan, tetapi juga kondisi jalan yang licin dan sempit akibat material tanah yang turun ke sebagian badan jalan. Beberapa titik tanjakan ekstrem turut memperparah situasi. Antrian kendaraan diperkirakan mencapai panjang sekitar 300 meter. Dalam kondisi tertentu, kendaraan besar harus bergantian melintas secara perlahan untuk menghindari bahaya tergelincir.


peristiwa ini terjadi disebabkan oleh longsor yang dipicu hujan deras sejak 26 November 2025. Struktur tanah yang labil dan drainase yang kurang memadai membuat badan jalan tidak mampu menahan tekanan air, sehingga terjadilah amblas di beberapa bagian yang kini membahayakan pengguna jalan.

aparat setempat dan warga hanya bisa mengatur lalu lintas secara manual agar kendaraan dapat melintas bergantian. Hingga saat ini belum terlihat alat berat melakukan penanganan permanen. Pengendara diimbau untuk lebih berhati-hati, memastikan kondisi rem dan lampu kendaraan berfungsi baik, serta mengurangi kecepatan saat melintasi jalur tersebut.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan darurat sebelum kondisi semakin parah dan memicu risiko kecelakaan yang lebih besar.
(Mail.Hr)

Editor: Bastian Tampubolon

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

350 Personel, Nihil Tersangka

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 09:03 WIB
X