• Rabu, 12 Agustus 2026

23 Hari Pascabanjir, Warga Lokop Masih Terisolasi

.
Bastian Tampubolon, Indonesiamonitoring.com
- Jumat, 19 Desember 2025 | 11:34 WIB

Aceh Timur |.indonesia-monitoring.com
Sudah 23 hari pascabanjir bandang melanda Desa Lokop, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, namun upaya penanganan dan pemulihan infrastruktur dinilai masih jauh dari harapan. Hingga Jumat, 19 Desember 2025, material kayu berukuran besar dan lumpur sisa banjir masih menumpuk di pemukiman warga, bahkan menutup akses pintu masuk rumah.

 adalah keterlambatan penanganan pascabanjir bandang yang menyebabkan rumah warga, fasilitas umum, dan akses lingkungan masih terhambat oleh material kayu dan lumpur. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat lumpuh dan menimbulkan keresahan berkepanjangan.

yakni di Desa Lokop, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, wilayah yang dikenal rawan banjir bandang akibat luapan sungai dan kondisi geografis berbukit.

 banjir bandang melanda sekitar tiga pekan lalu, namun hingga pertengahan Desember 2025 belum terlihat penanganan fisik signifikan dari pemerintah daerah Aceh Timur.

 warga Desa Lokop yang hingga kini masih harus hidup berdampingan dengan sisa-sisa material banjir. Selain itu, pemerintah daerah Aceh Timur turut menjadi sorotan publik atas lambannya respons dalam pemulihan pascabencana.

diduga akibat minimnya pengerahan alat berat, lambannya koordinasi lintas instansi, serta belum maksimalnya perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan mendesak masyarakat terdampak. Akibatnya, tumpukan batang kayu besar dan lumpur belum dapat dipindahkan secara manual oleh warga.

 kekecewaan masyarakat semakin memuncak. Sejumlah warga dan elemen masyarakat menyuarakan protes atas lambannya penanganan. Bahkan, beberapa titik di wilayah tersebut sempat mengibarkan bendera putih sebagai simbol keputusasaan dan jeritan minta tolong kepada pemerintah.

Salah seorang tokoh masyarakat, Amirudin, menyampaikan bahwa warga sangat berharap pemerintah segera turun tangan secara nyata. “Kami butuh alat berat dan truk angkut untuk membersihkan kayu dan lumpur yang menutup rumah warga. Sudah terlalu lama kami menunggu,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian jadwal pengerahan alat berat maupun rencana pemulihan infrastruktur dari pemerintah daerah. Warga Desa Lokop berharap, penderitaan pascabanjir ini segera berakhir dan tidak terus berlarut di tengah keterbatasan mereka.

Redaksi 

Editor: Bastian Tampubolon

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

350 Personel, Nihil Tersangka

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 09:03 WIB
X