peristiwa

Hujan Deras Picu Longsor dan Banjir di Humbahas, Polsek Parlilitan Tetap Siaga

Kamis, 27 November 2025 | 03:25 WIB

Humbahas Indonesia-monitiring com

Intensitas hujan yang sangat tinggi sejak Selasa (25/11/2025) hingga Rabu (26/11/2025) memicu bencana alam berupa tanah longsor dan banjir di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), khususnya di Desa Sihombu, Kecamatan Tarabintang. Bencana ini menyebabkan kerusakan parah pada puluhan rumah warga serta memaksa beberapa keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Hujan lebat berkepanjangan mengakibatkan tanah longsor dan banjir besar yang menghanyutkan sembilan unit rumah milik warga Desa Sihombu, merusak tiga rumah lainnya secara ringan, dan lima unit rumah mengalami kerusakan berat. Selain itu, sekitar 50 rumah dilaporkan terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi.

Rumah-rumah yang terhanyut merupakan milik: Lusiana Mangulae (33), Moan Hasugian (30), Rahman Zega (33), Fransiskus Mangulae (44), Rusma Tinambunan (62), Wasman Tinambunan (56), Delita Tinambunan (51), Johannes Marbun (48), dan Nurbaya Marbun (56).
Rumah yang mengalami kerusakan ringan milik Sahat M. Nahampun (56), Lisbet A. Lumban Gaol (43), dan Pinondang Hutagalung (50).
Adapun rumah yang rusak berat milik Maruli Nainggolan (64), Nurmince Manullang (66), Parna Simbolon (56), Samsul Nahampun (55), dan Ristom Nahampun (57).

Kapolres Humbahas AKBP Arthur Sameaputty, S.I.K., melalui Kapolsek Parlilitan AKP S. Simbolon, menyampaikan bahwa seluruh masyarakat terdampak berhasil dievakuasi.

Peristiwa berlangsung di Desa Sihombu, Kecamatan Tarabintang, Kabupaten Humbang Hasundutan, salah satu wilayah yang paling parah terdampak bencana.

Bencana terjadi sejak Selasa (25/11/2025) dan masih berlangsung hingga Rabu malam (26/11/2025).

Curah hujan yang sangat tinggi selama dua hari berturut-turut memicu banjir dan tanah longsor, menyebabkan aliran air meluap dan struktur tanah tidak stabil.

Sebanyak sekitar 70 kepala keluarga telah dievakuasi ke Aula HKBP Sihombu. Personel Polsek Parlilitan, bersama Pemkab, TNI, dan aparat desa, terus siaga membantu warga. Hingga kini listrik padam total dan jaringan komunikasi terputus. Para pengungsi membutuhkan bantuan mendesak berupa sembako dan obat-obatan.

AKP Simbolon mengimbau warga tetap waspada terhadap kemungkinan bencana susulan dan berharap cuaca segera membaik agar aktivitas masyarakat kembali normal.
Panuturi Silaban

Terkini

350 Personel, Nihil Tersangka

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 09:03 WIB