peristiwa

Penembakan Malam Natal di Simalungun, Keluarga SS Ungkap Versi Berbeda

Sabtu, 27 Desember 2025 | 20:01 WIB


Simalungun — indonesia-monitoring.com

Insiden penembakan yang melukai empat warga pada malam Natal di Perumahan Rorinata, Nagori Sondi Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Rabu (24/12/2025) sekitar pukul 22.00 WIB, terus menuai sorotan publik.

Di tengah proses penyelidikan Polres Simalungun, keluarga Sabarmen Saragi (53) atau SS, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di RS Bhayangkara Tebing Tinggi, menyampaikan versi kronologi berbeda dan mendesak pengusutan hukum dilakukan secara menyeluruh dan berimbang.

 

Peristiwa tersebut menyebabkan empat warga yakni Deardo Putra Purba, Risjon Pardomoan Purba, Jhon Sendi Sahputra Sinaga, dan Jan Rafael Saragih, mengalami luka tembak.

Seorang warga lainnya melaporkan mengalami trauma pada mata akibat gas air mata. Selain korban luka, rumah SS rusak massal, tiga unit sepeda motor terbakar, dan satu unit mobil mengalami kerusakan parah.


Menurut ES, anak kandung SS, ayahnya kini dikira sebagai pelaku penembakan yang tak terduga. Namun, ES menegaskan bahwa SS juga merupakan korban kekerasan massal.


Ia menyebut ayahnya mengalami luka berat di bagian wajah akibat pemukulan saat rumahnya menyerang sekelompok orang dalam jumlah besar.


ES menjelaskan, kericuhan bermula sekitar pukul 20.00 WIB ketika SS secara tidak sengaja menabrak lampu hias Natal milik warga.

Peristiwa itu disebut telah diselesaikan secara damai dan bahkan melibatkan aparat Satpol PP. Namun, sekitar dua jam kemudian, massa berkumpul sekitar 100 orang mendatangi rumah SS dan melakukan perusakan.


Keluarga diduga ada latar belakang konflik sosial yang telah berlangsung sekitar dua minggu sebelumnya.

Konflik tersebut diduga terkait dengan sikap SS yang menentang aktivitas pengendalian dan peredaran narkoba di lingkungan tempat tinggalnya.


Dalam keterangannya kepada awak media indonesia-monitoring.com ,saat ditemui di ruang tahanan RS Bhayangkara TK III Tebing Tinggi, Sabarmen Saragi mengaku berada dalam kondisi stres dan ketakutan.

Ia menyatakan hanya melepaskan tembakan peringatan ke udara menggunakan airsoft gun karena merasa terancam.,ia juga mengatakan senjata yang di miliki nya memiliki izin resmi dari klub Perbakin.ucapnya.

Halaman:

Terkini

350 Personel, Nihil Tersangka

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 09:03 WIB