peristiwa

Industri Gelap Kapal fiber class di Tanjung Riau Batam siapa di balik Semuanya

Selasa, 27 Januari 2026 | 20:14 WIB

BATAM--indonesia-monitoring.com

Jika hukum benar-benar hidup di laut perbatasan, maka galangan kapal fiber di Tanjung Riau ini seharusnya sudah lama menjadi TKP. Namun faktanya, usaha gelap ini tetap beroperasi, memproduksi dan merawat speed boat siluman tanpa identitas, sementara negara seperti dipermalukan di halaman rumahnya sendiri.


Investigasi lapangan mengungkap sebuah galangan kapal fiber yang diduga ilegal, beroperasi tanpa izin, tanpa papan nama, tanpa transparansi, namun sangat aktif. Aktivitasnya tertutup, mencurigakan, dan jelas bukan sekadar bengkel kapal nelayan.
Ini bukan pelanggaran administratif biasa.
Ini indikasi kejahatan terorganisir di laut perbatasan.

PABRIK KAPAL HANTU: TANPA NAMA, TANPA NOMOR, TANPA NEGARA
Di lokasi ditemukan speed boat fiber berkecepatan tinggi:


* Tanpa nomor lambung
* Tanpa registrasi
* Tanpa identitas kepemilikan
* Tanpa jejak legal


Inilah “kapal hantu” — alat utama kejahatan laut yang selama ini:


* Meloloskan rokok ilegal
* Mengantar narkotika lintas negara
* Mengalirkan BBM ilegal
* Menyelundupkan TKI nonprosedural


“Ini kapal lari. Bukan kapal cari ikan. Sekali gas, aparat ketinggalan,” ujar warga pesisir dengan nada takut.
Pertanyaannya sederhana namun mematikan:
Siapa yang butuh kapal seperti ini, jika bukan jaringan kejahatan?


N DISEBUT-SEBUT, IZIN LENYAP TAK BERBEKAS
Nama N mencuat sebagai pihak yang diduga mengendalikan galangan. Namun hingga kini:


* Izin galangan kapal tak terpantau
* Izin lingkungan tak terbuka
* Legalitas usaha gelap total


Fakta ini memunculkan dugaan serius:
Apakah negara benar-benar tidak tahu, atau sengaja tidak mau tahu?

SKANDAL PENGAWASAN: APARAT KECOLONGAN ATAU IKUT MEMBISU?
Galangan ini bukan baru kemarin berdiri. Aktivitasnya berlangsung cukup lama, di wilayah strategis perbatasan internasional, dengan produk berisiko tinggi.
Publik bertanya dengan nada marah:


* Di mana Polairud?
* Di mana KSOP?
* Di mana Bea Cukai?
* Di mana Polda Kepri?


Atau pertanyaan yang lebih menusuk:
Apakah galangan kapal hantu ini berjalan karena ada pembiaran?
Jika dugaan ini terbukti, maka pelanggaran yang terjadi bukan main-main:

Halaman:

Terkini

350 Personel, Nihil Tersangka

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 09:03 WIB