DELI SERDANG – indonesia-monitoring. Com
Gelombang protes terhadap operasional pabrik kasur di Jalan Jatirejo, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, kembali pecah, Kamis (2/4/2026).
Aksi kedua yang digelar Forum Mahasiswa dan Rakyat Sumatera Utara ini menandai belum adanya kejelasan terkait legalitas perusahaan yang dipersoalkan.
Puluhan massa mahasiswa bersama warga turun ke lokasi, mendesak pihak perusahaan membuka dokumen perizinan yang hingga kini belum pernah ditunjukkan secara transparan kepada publik.
Koordinator aksi, Rasyid, menegaskan bahwa tuntutan mereka bukan tanpa dasar. Ia mengklaim telah mengantongi informasi dari Pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang menyebutkan bahwa status izin perusahaan tersebut masih dipertanyakan.
“Jika benar tidak memiliki izin lengkap, maka aktivitas industri ini jelas melanggar aturan.
Tidak boleh ada pembiaran,” tegas Rasyid dalam orasinya.
Aksi yang awalnya berjalan kondusif sempat memanas setelah sejumlah orang yang tidak teridentifikasi mendekati massa.
Adu argumen tak terhindarkan dan sempat terjadi kontak fisik ringan yang memicu ketegangan di lokasi.
Sebagian peserta aksi menduga kehadiran kelompok tersebut berkaitan dengan upaya mengganggu jalannya demonstrasi.
Namun, dugaan ini belum dapat dipastikan karena belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait.
Di tengah situasi tersebut, aparat kepolisian bersama unsur TNI dan perangkat desa terlihat berjaga untuk mengantisipasi eskalasi konflik. Namun, absennya Satpol PP maupun perwakilan pemerintah kecamatan di lokasi menjadi sorotan massa aksi.
Selain isu legalitas, massa juga menyinggung minimnya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam operasional pabrik.
Mereka menilai keberadaan industri tersebut belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat sekitar.