peristiwa

HMI Cabang Mandailing Natal Desak Penegakan Hukum Tanpa Kompromi atas Dugaan Pembunuhan di Lokasi Tambang Ilega

Kamis, 9 April 2026 | 12:03 WIB

Mandailing Natal, 8 April 2026 —indonesia-monitoring.com

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mandailing Natal menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa dugaan pembunuhan yang terjadi pada Rabu (8/4/2026) di lokasi pengolahan tambang emas ilegal (tong) di wilayah Mandailing Natal.

Peristiwa tersebut mengakibatkan meninggalnya seorang warga Desa Panyabungan Tonga.

HMI menilai, kejadian ini tidak hanya merupakan tindak pidana serius, tetapi juga mencerminkan lemahnya pengawasan terhadap aktivitas tambang ilegal yang berpotensi memicu konflik, kekerasan, dan pelanggaran hukum.
Ketua Umum HMI Cabang Mandailing Natal, Sonjaya Rangkuti, menegaskan bahwa aparat penegak hukum harus bertindak tegas, profesional, dan tidak kompromistis dalam menangani kasus ini.

“Kami mendesak Kapolres Mandailing Natal untuk menegakkan supremasi hukum secara transparan, objektif, dan tanpa pandang bulu.

Setiap pihak yang diduga terlibat harus diperiksa sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Sonjaya.

Lebih lanjut, HMI mendorong agar proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan tidak parsial, termasuk menelusuri kemungkinan adanya keterkaitan dengan aktivitas tambang ilegal yang selama ini beroperasi.

Adapun tuntutan HMI Cabang Mandailing Natal adalah sebagai berikut:

Penegakan hukum yang transparan, akuntabel, dan berbasis bukti.

Pengusutan tuntas terhadap seluruh pihak yang diduga terlibat sesuai proses hukum.
Evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas tambang ilegal yang berpotensi menimbulkan konflik dan tindak kriminal.

Perlindungan terhadap saksi dan keluarga korban sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebagai organisasi kader, HMI menegaskan komitmennya untuk mengawal proses penegakan hukum secara kritis dan konstruktif, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip keadilan dan supremasi hukum.

HMI berharap negara hadir secara nyata dalam menjamin rasa aman masyarakat serta memastikan tidak ada pelanggaran hukum yang dibiarkan.

Hormat kami,

Halaman:

Terkini

350 Personel, Nihil Tersangka

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 09:03 WIB