tni-polri

Jangan Lupakan Sejarah Ibarat Melihat Kaca Spion Menjalani Masa Depan.

Rabu, 11 Februari 2026 | 18:56 WIB


P.siantar,Indonesia Monitoring.com
Jangan Sekali-sekali Melupakan Sejarah atau Jas Merah! Sejarah ibarat melihat kaca spion untuk menjalani masa depan. Sejarah merupakan guru yang sangat penting dalam kehidupan.

Demikian disampaikan Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Zainal Siahaan SE MM, dalam sambutannya saat menghadiri Launching dan Pendistribusian Buku ‘Sejarah Perjuangan Masyarakat Kota Psiantar Dalam Merebut dan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia 1945’. Launching buku oleh Dewan Harian Cabang Badan Pembudayaan Kejuangan (DHC BPK) 45 Kota Psiantar dilaksanakan di Ruang Serbaguna Pemko Psiantar, Rabu (11/02/2026).

Di awal sambutannya, Zainal yang mewakili Wesly atas nama Pemerintah Kota (Pemko) Psiantar menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada DHC BPK 45 Kota Psiantar yang telah menerbitkan dan mendistribusikan buku tentang sejarah masyarakat Kota Psiantar.

“Buku ini bukan sekadar dokumentasi, tetapi keteladanan pahlawan untuk diwariskan kepada generasi muda,” kata Zainal.

Zainal mengingatkan perkataan Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Ir Soekarno, yakni Jas Merah, atau Jangan Sekali-sekali Melupakan Sejarah.

“Seperti kita mengendarai kendaraan, sejarah ibarat melihat kaca spion untuk menjalani masa depan. Sejarah itu guru yang sangat penting dalam kehidupan,” sebutnya.

Masih kata Zainal, launching buku bukan sekadar buku, namun tentang refleksi dan pembelajaran agar hari esok lebih baik dari hari ini. Dan, agar Kota Psiantar lebih baik di masa depan. Buku tersebut, katanya, layak dibaca termasuk oleh generasi muda agar memahami sejarah Pematangsiantar dan menumbuhkan semangat nilai kejuangan.

“Semoga kita menjadi bagian transformasi besar bangsa Indonesia, khususnya Kota Psiantar yang lebih Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras. Serta menjadi jadi kota yang maju, yang memiliki daya saing tinggi dengan kota-kota lain,” terangnya.

Terkait Gedung Juang 45 di Jalan Merdeka Psiantar yang saat ini menjadi Kantor DHC BPK 45 Kota Psiantar, kata Zainal, merupakan aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun.

“Mungkin DHC BPK 45 Kota Psiantar bisa mengusulkan ke Pemkab Simalungun agar gedung tersebut dihibahkan ke DHC BPK 45 untuk dirawat,” tukas Zainal.

Sebelumnya, Ketua Tim Penulis Prof Dr Hisarma Saragih MHum memaparkan buku tersebut. Tim penulis, katanya, ada enam orang, yaitu dirinya sendiri, Henry Sinaga, Jalatua H Hasugian, Koni Ismail Siregar, Marta Megawati Siregar, dan Kandace Naiborhu.

Hisarma mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Psiantar, Ketua DPRD, Ketua DHD BPK 45 Provinsi Sumatera Utara (Sumut), dan DHC BPK 45 Kota Pematangsiantar atas dukungan dan komitmen untuk pelestarian sejarah.

“Terima kasih juga kepada tim penulis dan pihak lain yang telah memberikan kontribusi selama proses penulisan buku. Semoga buku ini dapat memberi manfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas dan turut memperkuat rasa kebangsaan,” kata Hisarma.

Sementara itu, Ketua Tim Pengkajian Dr Henry Sinaga SH SpN MKn menjelaskan, selain peluncuran buku, kegiatan dirangkai penandatanganan perjanjian kerja sama antara Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sumut Wilayah VI dengan DHC BPK 45 Kota Psiantar.

Halaman:

Terkini

Iptu Toman Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Sergai

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:06 WIB