Program Pemerintah Peremajaan sawit Rakyat ( PSR) di Kecamatan Muara Batangtoru Tapanuli Selatan Diduga Salah Sasaran.
Indonesia Monitoring com Sumut,
-
Program pemerintah pusat peremajaan sawit rakyat untuk mendukung perekonomian masyarakat melalui bidang perkebunan disinyalir sia-sia bahkan diduga jadi azas manfaat bagi segelintir oknum pengelola program tersebut.
Pantauan langsung media indonesia Monitoring com Sumut Minggu, 4 /2/2024 masih ditemukan indikasi kecurangan yang mengarah terjadinya korupsi.
Peremajaan sawit rakyat (PSR) di kelurahan Ampolu Kecamatan Muara Batangtoru Tapanuli Selatan yang di kelola kelompok tani Maju Bersama Sejahtera tersebut terindikasi kecurangan yang diduga dilakukan oleh pengurus kelompok taninya dengan mengklaim lahan transmigrasi seluas 200 ha sebagai lahan kelompok tani Maju Bersama Sejahtera.
Hal tersebut dibenarkan oleh S. Rambe warga Muara Batangtoru yang kebetulan lahannya juga terserobot.
" Itulah senjata mereka untuk mengambil dana dari Badan Pengelola dana Perkebunan Kelapa Sawit " ungkap S.Rambe 5/2/2024 via handphone phone selular.
Zainal Abidin selaku ketua kelompok tani menerangkan bahwa saat ini progres kerja sudah 50% ketika media mempertanyakan sejauh ini berapa dana yang sudah dikucurkan, Zainal tidak bersedia memberitahu kepada media, 5/2)2024 via handphone seluler.
PSR adalah program strategis pemerintah untuk meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan kelapa sawit rakyat melalui Peremajaan sekaligus untuk mengurangi resiko pembukaan lahan illegal.
Yang terjadi di Kecamatan Muara Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan ini justru sebaliknya.
"Seyogianya program ini adalah untuk peremajaan kebun kelapa sawit, bukan pembukaan lahan"
Sebaiknya Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) turun langsung kelapangan meninjau ulang serta mengundang stakeholder untuk mendapatkan informasi yang berimbang.
( Nelwan).