• Rabu, 12 Agustus 2026

Bupati Batu Bara Pimpin Konsolidasi Lintas Sektor, Perkuat Data untuk Gebrak Penurunan Stunting

.
Bastian Tampubolon, Indonesiamonitoring.com
- Jumat, 28 November 2025 | 13:03 WIB

 

BATU BARA - Indonesia,monitoring.com-

Sebagai upaya memperkuat konsolidasi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, SH,M.Si membuka secara langsung Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang dilaksanakan di Aula Rumah Dinas Bupati Batu Bara, Kecamatan Sei Suka, Kamis (27/11/2025).

Pemerintah Kabupaten Batu Bara melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) menggelar Rapat Koordinasi terkait Analisa Kondisi Stunting serta Evaluasi Data pada Aplikasi Web Aksi Bangda yang diikuti oleh jajaran perangkat daerah, tenaga kesehatan, camat, kepala desa, pemangku kepentingan, serta para pemangku kepentingan terkait.

Rapat koordinasi ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat konsolidasi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting sekaligus memastikan kualitas data yang diinput melalui Aplikasi Web Aksi Bangda. Data yang akurat menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan serta intervensi tepat sasaran bagi masyarakat, khususnya keluarga berisiko stunting.

Dalam kesempatan ini, peserta rapat melakukan pembahasan menyeluruh mengenai hasil analisis situasi di setiap kecamatan serta memancarkan pelaporan aksi konvergensi. Pembenahan data, sinkronisasi program, dan penyediaan indikator menjadi fokus utama untuk meningkatkan efektivitas langkah penanganan.

Dalam arahannya, Bupati Baharuddin sangat menekankan agar seluruh hasil pembahasan dan rekomendasi dalam rapat koordinasi ini segera diimplementasikan. Beliau menegaskan bahwa perbaikan data, percepatan program intervensi, serta penguatan kerja sama lintas sektor harus dilakukan tanpa menunda waktu, demi memastikan upaya penurunan stunting berjalan optimal.

Bupati Batu Bara menekankan bahwa permasalahan stunting bukanlah isu yang dapat dianggap sepele, melainkan ancaman serius bagi kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

"Jangan main-main dengan masalah stunting ini. Ini menyangkut masa depan anak-anak kita. Saya minta seluruh perangkat daerah, kecamatan, desa, hingga kader posyandu untuk bekerja lebih cepat, tepat, dan terpadu," tegas Bupati Bahar.

Dirinya juga menegaskan bahwa keberhasilan penurunan stunting tidak dapat dicapai hanya oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama menyeluruh dari seluruh lini pemerintahan hingga tingkat desa.

“Kolaborasi adalah kuncinya. Semua pihak harus bergerak bersama, memastikan program intervensi gizi, perbaikan layanan kesehatan, dan penyediaan sanitasi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Beliau menambahkan bahwa setiap intervensi, mulai dari penyediaan gizi ibu hamil, perbaikan sanitasi, edukasi pola asuh, hingga validasi data di lapangan, harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Penanganan stunting, menurutnya, tidak boleh hanya sebatas program tahunan, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang berkesinambungan.

Selama ini, penilaian stunting umumnya dilakukan melalui pengukuran tinggi badan dan berat badan berdasarkan standar antropometri. Namun, untuk menghindari kesalahan data dan memastikan analisis kesehatan yang lebih komprehensif, mulai sekarang setiap anak yang berisiko terkena stunting akan menjalani pemeriksaan laboratorium, termasuk pengecekan kadar hemoglobin, status gizi mikro, serta indikator kesehatan pendukung lainnya.

Bupati Batu Bara menyampaikan bahwa akurasi data merupakan fondasi penting dalam penanganan stunting.

Halaman:

Editor: Bastian Tampubolon

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

X