Jawa timur .indonesia-monitoring.com
Pesan tentang pentingnya menjaga persatuan, meneladani perjuangan
ulama, serta menumbuhkan sikap moderat dan toleran mengemuka dalam tausiyah yang disampaikan KH. Marzuqi Mustamar, Ketua PWNU Jawa Timur sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek, Malang. Tausiyah tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan satu abad organisasi keagamaan yang digelar di Kabupaten OKU Timur.
Nuansa reflektif juga disampaikan Ketua PCNU OKU Timur K.H. Syahri yang mengajak jamaah untuk memaknai usia satu abad sebagai anugerah yang patut disyukuri. Ia menegaskan bahwa momen bersejarah ini harus dijawab dengan peningkatan khidmat dan pengabdian kepada organisasi.
“Kita bersyukur hari ini masih diberi kesehatan untuk memperingati satu abad Nahdlatul Ulama. Momentum ini belum tentu terulang, sehingga mari kita berkhidmat kepada NU dengan sepenuh hati,” ujarnya.
Ajakan untuk memperkuat solidaritas sosial dan empati terhadap daerah-daerah yang tengah menghadapi bencana alam juga disuarakan dalam kesempatan tersebut. Nilai kebersamaan dan gotong royong ditekankan sebagai kekuatan utama bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan, baik sosial maupun kemanusiaan.
Dalam agenda yang sama, Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., menyampaikan pandangannya mengenai peran strategis organisasi keagamaan dalam menjaga persatuan umat dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya, konsistensi selama satu abad menjadi bukti nyata komitmen terhadap moderasi beragama dan kehidupan berbangsa.
Ia juga menjelaskan bahwa kehadirannya di OKU Timur merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk menyerap langsung kondisi daerah. Peninjauan lapangan, khususnya terkait pembangunan dan persoalan infrastruktur, dinilai penting agar kebijakan yang dirumuskan selaras dengan kebutuhan masyarakat.
“Dengan melihat langsung kondisi di lapangan, kita dapat memahami apa yang dirasakan masyarakat, terutama terkait infrastruktur yang terdampak curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir,” ujarnya.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana kebersamaan yang dihadiri berbagai unsur, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga jajaran pemerintah daerah. Gubernur Sumatera Selatan hadir bersama Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin, M.T., M.M., serta pejabat terkait lainnya.
Adapun kegiatan pengajian akbar yang dipadukan dengan Silaturahmi Daerah (SILATDA) II Kader Penggerak se-Sumatera Selatan itu dipusatkan di Desa Tawang Rejo, Kecamatan Belitang, pada Minggu (1/2/2026). Ribuan warga NU memadati lokasi sebagai wujud antusiasme dan komitmen bersama dalam memperkuat ukhuwah, konsolidasi keumatan, serta peneguhan nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dan semangat kebangsaan. (Gerrard)