Tanjungbalai,Indonesia Monitoring.com
Mahligai Aktivis Wanita Reformasi (MAWAR), melakukan aksi unjuk rasa terkait Dugaan Korupsi di Puskesmas M.U Damanik kota Tanjungbalai, Selasa (3/2/2026), di depan Kantor Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai
Nuraini Adhani selaku ketua umum MAWAR dalam orasinya menyebutkan, berdasarkan informasi dan data yang diperoleh adanya penggunaan anggaran yang berasal dari APBD tahun 2025, diduga terlalu berlebihan di Puskesmas M.U Damanik Kota Tanjungbalai.
"Berdasarkan informasi dan data yang kami miliki adanya penggunaan anggaran APBD tahun 2025 yang kami duga terlalu berlebihan di Puskemas M.U Damanik sehingga kami duga Kapus M.U Damanik sengaja merekayasa Dana APBD Tahun 2025 untuk memperkaya diri sendiri dan golongan," sebutnya
Nuraini juga menyebutkan, Instruksi Presiden (Inpres) Republik Indonesia tahun 2025 jelas telah menegaskan kepada seluruh Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah untuk lebih mengedepankan prinsip efisiensi anggaran.
"Kami menduga keras bahwa Kepala Puskesmas M.U Damanik telah mengangkangi Inpres tahun 2025 yang menegaskan kepada seluruh Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah lebih mengedepankan prinsip efisiensi anggaran, diantaranya, mengurangi atau menghapus belanja yang tidak berdampak langsung bagi publik, mengurangi perjalanan dinas, pengadaan peralatan dan mesin guna mengoptimalkan penggunaan keuangan negara," teriak Nuraini
Pantauan di lapangan, Masa aksi MAWAR diterima langsung Plt Kepala Dinas Kesehatan Safrina Yanti Harahap dan mengatakan akan segera memanggil KaPus M.U Damanik untuk diminta penjelasannya.
"Terima kasih adik-adik dari aktivis MAWAR yang telah menyampaikan aspirasinya secara damai, saya Safrina Yanti Harahap selaku Plt Kepala Dinas Kesehatan akan segera melakukan pemanggilan KaPus untuk meminta pertanggungjawaban seperti yang adik-adik sebutkan tadi," tegasnya
Sebelum membubarkan Ketua Umum MAWAR mengatakan akan menunggu hasil dari pertemuan antara Plt Kepala Dinas Kesehatan dan KaPus, namun apabila Plt tidak memberitahukan hasil pertemuan tersebut kepada MAWAR, maka massa aksi akan datang lagi dengan jumlah yang lebih besar dan melaporkan permasalahan ini ke KejatiSU.(Yan)