OKU Timur | indonesia-monitoring.com
Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, Pemerintah Kabupaten OKU Timur memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap aman melalui inspeksi langsung di lapangan. Upaya ini dilakukan untuk menjawab kekhawatiran masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga.
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten OKU Timur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik pasar dan gudang penyimpanan bahan pokok, Senin, 18 Mei 2026. Sidak dipimpin langsung Sekretaris Daerah OKU Timur H. Rusman, S.E., M.M., dimulai dari Pasar Martapura hingga berakhir di Gudang Bulog.
Bersama unsur Polres dan tim terkait, pemerintah turun langsung untuk memastikan kondisi riil di lapangan, termasuk stabilitas pasokan dan potensi gejolak harga menjelang hari besar keagamaan.
“Seluruh tim kabupaten meninjau langsung dalam rangka sidak lapangan menjelang Hari Raya Idul Adha,” terang Rusman.
Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar harga kebutuhan pokok masih relatif stabil. Harga beras berada di kisaran Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram. Sementara harga daging mengalami kenaikan namun masih dalam batas wajar, dari sebelumnya Rp130.000-Rp140.000 menjadi sekitar Rp145.000 per kilogram.
“Kenaikannya tidak begitu signifikan. Bahkan masih ada pedagang yang menjual di harga Rp140.000 jika ditawar,” ungkapnya.
Untuk komoditas cabai, terjadi kenaikan terutama pada cabai rawit yang mencapai Rp70.000 per kilogram. Sedangkan cabai merah berada di kisaran Rp50.000 hingga Rp63.000 per kilogram. Meski demikian, kenaikan tersebut dinilai masih terkendali dan belum berdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat.