Ia menilai, perpustakaan saat ini harus mampu bertransformasi menjadi pusat pembelajaran masyarakat, bukan sekadar tempat penyimpanan atau etalase buku semata.
“Perpustakaan harus mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan masyarakat yang gemar membaca, berpengetahuan, dan memiliki daya saing,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Fadly juga meminta seluruh camat dan lurah agar aktif mendukung dan mensosialisasikan program literasi kepada masyarakat melalui berbagai media informasi maupun pendekatan langsung melalui kepala lingkungan.
“Saya berharap program gemar membaca ini benar-benar dikenal masyarakat dan menjadi gerakan bersama. Kelurahan maupun rumah ibadah yang menerima bantuan tahun ini juga diminta segera mempersiapkan segala sesuatunya agar dapat segera kita launching,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Tanjungbalai, Ridwan Parinduri, menyampaikan bahwa hingga tahun 2024 dan 2025 sebanyak 26 kelurahan telah menerima bantuan buku, rak, serta perlengkapan perpustakaan.
Selain itu, terdapat lima kelurahan tambahan yang diusulkan menerima bantuan pada tahun 2026. Untuk Taman Bacaan Masyarakat (TBM), sebanyak 12 TBM telah berjalan pada tahun 2024 dan 2025, sementara 18 TBM lainnya diusulkan menerima bantuan pada tahun 2026.
Sedangkan bantuan perpustakaan rumah ibadah telah diberikan kepada enam lokasi, terdiri dari lima perpustakaan masjid dan satu perpustakaan gereja.
Melalui rakor ini, Pemko Tanjungbalai berharap gerakan literasi dapat semakin berkembang di seluruh wilayah kota dan menjadi pondasi penting dalam menciptakan generasi yang cerdas, berdaya saing, dan siap menghadapi masa depan.(Yan)