• Senin, 17 Agustus 2026

Ketua KOMPAK Ramadhan Batubara Prihatin Atas Kelangkaan Gas LPG 3 Kg

.
Bastian Tampubolon, Indonesiamonitoring.com
- Rabu, 3 Juni 2026 | 17:40 WIB

Tanjungbalai,Indonesia Monitoring.com

Kelangkaan gas LPG subsidi 3 kilogram yang terjadi di Kota Tanjungbalai semakin dikeluhkan masyarakat. Selain sulit diperoleh, harga gas melon di tingkat pengecer kini dilaporkan mencapai Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per tabung, jauh di atas harga yang biasa dibayar masyarakat.

Kondisi tersebut memicu keprihatinan berbagai pihak, termasuk Ketua Komite Mahasiswa Pemuda Aktivis Kota (KOMPAK), Ramadhan Batubara, yang mendesak pemerintah dan instansi terkait untuk segera mengambil langkah nyata dalam mengatasi persoalan tersebut.

Menurut Ramadhan, upaya inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan pemerintah ke SPBE maupun pangkalan memang perlu diapresiasi. Namun, ia menilai langkah tersebut tidak boleh berhenti sebatas pemeriksaan lapangan semata, melainkan harus diikuti dengan penelusuran menyeluruh untuk menemukan akar penyebab kelangkaan LPG 3 Kg yang terjadi.

"Jangan hanya melakukan sidak ke SPBE atau pangkalan lalu selesai. Pemerintah harus benar-benar mencari tahu apa penyebab utama kelangkaan ini. Apakah karena distribusi yang terganggu, pasokan yang berkurang, adanya penimbunan, atau persoalan lainnya. Masyarakat membutuhkan solusi, bukan sekadar melihat aktivitas sidak," ujar Ramadhan.

Ia mengatakan, masyarakat saat ini merasakan dampak langsung dari kelangkaan tersebut. Banyak warga terpaksa berkeliling mencari LPG 3 Kg, sementara yang berhasil mendapatkannya harus membeli dengan harga yang jauh lebih mahal.

Menurutnya, pemerintah bersama Pertamina dan instansi terkait harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rantai distribusi LPG subsidi, mulai dari tingkat agen, pangkalan hingga penyaluran kepada masyarakat. Hal itu penting agar diketahui secara jelas di titik mana persoalan sebenarnya terjadi.

"Kenaikan harga di Rp25 ribu sampai Rp30 ribu per tabung menunjukkan ada persoalan yang harus segera diatasi. Jika distribusi berjalan normal dan pengawasan efektif, tentu kondisi seperti ini tidak akan terjadi. Karena itu, perlu ada langkah yang lebih serius dan menyeluruh," tegasnya.

Ramadhan juga meminta pemerintah memastikan LPG subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Ia khawatir kelangkaan yang terjadi justru membuka peluang bagi praktik-praktik yang merugikan masyarakat kecil.

"Kami mendesak pemerintah untuk bertindak cepat, transparan, dan terbuka kepada masyarakat mengenai penyebab kelangkaan ini. Jangan sampai persoalan terus berulang tanpa ada penyelesaian yang jelas.Masyarakat berhak mendapatkan LPG subsidi dengan mudah dan dengan harga yang wajar," pungkasnya.

Hingga kini, masyarakat berharap pemerintah dapat segera menemukan solusi konkret agar pasokan LPG 3 Kg kembali normal dan harga di pasaran dapat kembali stabil sesuai ketentuan yang berlaku.(Yan)

Editor: Bastian Tampubolon

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

Tim Awak Media Menunggu Jawaban Pemerintah Podosari

Senin, 17 Agustus 2026 | 21:17 WIB
X