• Rabu, 12 Agustus 2026

Malam Pesona Budaya Batu Bara Dipadati Ribuan Penonton, Bupati Baharuddin Apresiasi Antusias Masyarakat

.
Bastian Tampubolon, Indonesiamonitoring.com
- Rabu, 22 Juli 2026 | 12:27 WIB

​Kesenian debus ini menampilkan atraksi melukai diri menggunakan pisau, makan kaca, jarum hingga atraksi api tanpa terluka. Debus bukanlah sekadar pertunjukan sensasional. Di balik ketegangannya, terdapat nilai-nilai historis, spiritual, dan filosofis yang sangat mendalam bagi identitas Melayu dan bangsa. 

 

Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian dalam sambutannya menyampaikan bahwa PRSU merupakan momentum untuk mengenalkan identitas seni dan budaya yang telah diwariskan dari zaman ke zaman dan sekaligus mempromosikan potensi pariwisata Kabupaten Batu Bara.

 

"Saya sangat bangga terhadap kesenian serta kebudayaan Kabupaten Batu Bara terus masih di jaga dan dilestarikan," ucap Bupati Baharuddin Siagian.

 

Melihat banyaknya pengunjung yang hadir, Bupati Baharuddin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya. 

 

"Tercatat pada malam ini ribuan pengunjung datang ke PRSU dan memadati panggung utama untuk melihat kesenian dan Budaya Kabupaten Batu Bara yang dalam hal ini saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kekompakan dan kesolidan masyarakat Kabupaten Batu Bara," ucapnya.

 

Menurut Bupati Bahar, jika semua komponen masyarakat solid dan kompak maka akan mudah menuju Kabupaten Batu Bara Bahagia.

 

Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Batu Bara mempersembahkan tari Putri Betenun, tari ini mengisahkan tentang tradisi menenun kain. Tarian ini menggambarkan kelincahan, ketekunan, dan keceriaan para gadis dalam memintal serta menenun benang hingga menjadi selembar kain songket yang indah. Kain songket memiliki sejarah panjang yang menjadi kebanggaan dan identitas masyarakat Melayu Kabupaten Batu Bara. 

 

Kabupaten Batu Bara juga menampilkan tari kreasi multietnis yang menampilkan gerakan dinamis mewakili filosofi masing-masing suku. Penari mengenakan pakaian adat lengkap yang berbeda di setiap segmennya sebanyak 13 suku etnis di Provinsi Sumatera Utara yang mengisyaratkan kehidupan yang damai dengan toleransi yang sangat tinggi antar masyarakat. 

Halaman:

Editor: Bastian Tampubolon

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

X