Menurutnya, keberadaan Pramuka di Kabupaten Batu Bara tidak boleh hanya sebatas penggunaan seragam, tetapi harus diwujudkan melalui kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat.
“Saya ingin Pramuka di Batu Bara ini bukan sekadar memakai baju seragam Pramuka, tetapi lakukanlah apa yang bisa kita kerjakan. Kita kolaborasikan dan kita sinergikan sehingga anak-anak Pramuka ini bisa memiliki integritas, akhlakul karimah, dan disiplin yang tinggi. Dengan demikian, anak-anak Batu Bara nantinya bisa menyongsong generasi emas atau bonus demografi,” tegasnya.
Bupati Baharuddin juga secara khusus berpesan kepada Lembaga Pemeriksa Keuangan Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Batu Bara agar dapat menjalankan tugas dengan lebih baik dan profesional sesuai amanah organisasi.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Utara, Dr. Dikky Anugerah, S.Sos., M.SP., juga mengukuhkan Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian Sebagai Pengurus Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab). Dirinya mengajak seluruh jajaran Pramuka di Sumatera Utara untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi.
Ia mendorong Gerakan Pramuka agar semakin mandiri sehingga tidak bergantung sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dengan kekuatan, kreativitas, dan kebersamaan, Pramuka diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar kepada masyarakat.
Ketua Kwarda Sumatera Utara juga menekankan pentingnya komitmen seluruh keluarga besar Pramuka untuk menjauhi dan memerangi penyalahgunaan narkoba.
“Pramuka harus jadi contoh, Pramuka harus jadi role model, dan Pramuka harus terdepan untuk melawan narkoba,” tegasnya.