Kegiatan Workshop mantari Bondar Warisan Para Leluhur Di Ikuti 30 Peserta.
Padang lawas
Indonesia-monotoring.com.
-
Erwin juga melanjutkan jika yang berhak mendapatkan air di Desa Hatabosi adalah masyarakat atau orang yang sudah menikah dan diadati (sudah melakukan prosesi adat), kemudian untuk upah loja (biaya yang dikeluarkan masyarakat) untuk diberikan kepada Mantari Bondar itu tidak banyak-banyak. Setiap masyarakat yang menggunakan satu bagian air diwajibkan memberikan upah loja kepada mantari bondar sebesar 2 kaleng beras hasil panen selama satu tahun, ucap Erwin.
Berkat adanya Mantari Bondar, air yang tersedia untuk masyarakat empat kampung di Desa Hatabosi terpenuhi secara adil dan merata karena yang bertanggungjawab terhadap penjagaan bondar dan pengaliran air untuk masyarakat itu adalah Mantari Bondar. Intinya, air di kampung ini terjaga dengan baik berkat adanya peran Mantari Bondar dan Mantari Bondar dari 13 orang diisi dari yang muda hingga yang sudah berpengalaman sehingga terjadi proses regenerasi, tegas Erwin kepada peserta Workshop.
Setelah penyampaian oleh narasumber, dilakukan dialog tanya jawab dan diskusi dengan seluruh peserta. Workshop Mantari Bondar Sebagai Warisan Kebudayaan Leluhur ini diikuti sebanyak 30 peserta dan dihadiri langsung oleh Bapak Nasrul Hamdani sebagai perwakilan resmi dari Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II, serta Workshop ini langsung dibuka oleh pihak Pemerintah Desa Huta Ginjang.
-
Mahyuni dalam keterangannya menyampaikan bahwa harapannya warisan kebudayaan leluhur terkait Mantari Bondar ini dapat dibuat di Desa Huta Ginjang. Kami sebagai pelaksana kegiatan ini berharap agar mantari bondar dapat diciptakan di Desa Huta Ginjang dengan kesepakatan semua masyarakat desa agar kedepan sumber air dan kebutuhan air untuk semua aktivitas masyarakat desa terjaga dan berkelanjutan, harap Mahyuni.
Mahyuni juga mengatakan ucapan syukur, apresiasi dan ucapan terimakasih kepada BPK Wilayah II dan Pemerintah Desa Huta Ginjang yang telah memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan Workshop ini. Kami ucapkan rasa terimakasih yang besar kepada Balai Pelestarian Kebudayan Wilayah II atas dukungan penuh pendanaan dan motivasi kepada kami mulai dari perencanaan kegiatan hingga pelaksanaan saat ini, ucap Mahyuni. Kemudian kami juga berikan apresiasi dan ucapkan terimakasih kepada Pemerintah Desa Huta Ginjang atas dukungan tempat kegiatan, peserta dan kerjasama yang baik kepada kami. Mudah mudahan ke depan dapat terjalin terus kerjasama yang baik sehingga upaya kami dan kita semua dalam terlibat melestarikan kebudayaan khususnya di Daerah Tapanuli Selatan dapat terlaksana dan terwujud, tutup Mahyuni.(Bonardon)