“Jika kita ingin melakukan intervensi yang tepat, maka diagnosis juga harus tepat. Pemeriksaan laboratorium memberikan gambaran lebih jelas tentang kondisi kesehatan anak, sehingga pemerintah dapat mengambil langkah penanganan yang lebih terarah,” lanjutnya.
Pemerintah Kabupaten Batu Bara menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi secara berkala dan memperkuat koordinasi agar target penurunan stunting dapat tercapai sesuai yang ditetapkan pemerintah pusat.
Melalui sinergi seluruh elemen TPPS, diharapkan upaya penurunan stunting di Kabupaten Batu Bara semakin optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Turut hadir, Plh. Sekda, Asisten l, Ketua TP PKK Batu Bara, Staf Ahli TP-PKK Batu Bara, Ketua STIT Batu Bara, Inspektorat, Kadis Kesehatan PPKB, Kepala Bappelitbangda, Kepala BKAD, Plt. Kadis Perkim LH, Plt. Kadis PUTR, Kadis Pertanian dan Perkebunan, Kadis Perikanan dan Peternakan, Kadis PMD, Plt. Kadis Sosial PPPA, Plt. Kadis Pendidikan, Kadis Kominfo, Kadis Dukcapil, Dirut RSUD H. OK Arya Zulkarnain, camat se-Kab. Batu Bara.
Selanjutnya Perwakilan dari PT. Inalum, PT. Socfindo Indonesia, PT. MNA, PT. Domas, PT. BRC, PT. Perkebunan Bakrie Sumatera Sei Balai, Bank BRI Cabang Lima Puluh, Bank Sumut Cabang Lima Puluh, RSU Bidadari Batu Bara.
Turut hadir juga para kepala desa se-Kabupaten Batu Bara, Lurah Pangkalan Dodek, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Batu Bara, Operator Kecamatan se-Kabupaten Batu Bara, Operator PLKB se-Kabupaten Batu Bara dan Operator Puskesmas.(EDO-R)