daerah

Kepedulian Tak Boleh Kalah oleh Keadaan Aksi Medis Sentuh Warga Terisolir Banjir Langkat

Sabtu, 6 Desember 2025 | 09:27 WIB

Langkat — Indonesia-Monitoring.com


Upaya kemanusiaan dilakukan Tim Dokter Universitas Sumatera Utara (USU) bersama Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kabupaten Langkat dan Presidium Rakyat Membangun Peradaban (PERMADA) untuk membantu warga yang terisolir akibat banjir di Kabupaten Langkat.

Tim berhasil mencapai Dusun Paluh Mardan dan Dusun Tridarma, Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura—wilayah yang sejak lebih dari sepekan sulit dijangkau karena tingginya genangan air.

Dalam aksi yang digelar Jumat (5/12), tim medis memberi layanan pengobatan gratis, pemeriksaan kesehatan, serta menyalurkan obat-obatan, susu formula, dan perlengkapan bayi kepada warga terdampak. Pemeriksaan dilakukan oleh dr Ilham Syahputra dan dr Amien Ahsal, didampingi tenaga kesehatan Auna dan Zenita Sari.

Ketua DMDI Langkat Agung Kurniawan, Koordinator PERMADA Ariswan, serta Sekretaris Loyalis Bang Ondim Andre turut mendampingi tim medis.

Sementara tokoh pemuda setempat — Arrahim Ndut, Jian, dan Asmidar — membantu menyediakan lokasi pelayanan dan menggerakkan warga untuk mendapatkan pemeriksaan.

Rute yang ditempuh tim menuju desa terdampak disebut sebagai salah satu yang paling sulit sejak banjir melanda. Dari Medan, rombongan bergerak menuju Desa Kebun Kelapa, menyeberang menggunakan perahu getek ke Desa Pantai Cermin, lalu melanjutkan perjalanan melalui jalur yang masih tergenang.

Setibanya di Paluh Merbau, tim harus naik rakit buatan warga menuju Jembatan Paluh Madinah, sebelum akhirnya menumpang sampan boat kecil ke Dusun Tridarma.

“Meski medannya berat, bantuan harus tetap sampai. Ini bukti bahwa kepedulian tidak boleh kalah oleh keadaan,” ujar Agung Kurniawan.

Ariswan menambahkan, situasi warga yang masih bertahan di tenda darurat di pinggir jalan membuat seluruh relawan semakin terpanggil. “Terus terang, pemandangan itu menyayat hati. Banyak rumah masih terendam. Itu sebabnya kami tetap datang meski rutenya luar biasa sulit,”

Setibanya di desa, warga menyambut tim medis dengan antusias. Puluhan warga melakukan pemeriksaan, dan mayoritas mengeluhkan penyakit kulit, terutama gatal-gatal pada kaki akibat paparan air banjir yang kotor.

dr Ilham Syahputra mengatakan, kedatangan mereka merupakan langkah awal. “Minggu depan kami akan kembali dengan persediaan obat kulit yang lebih banyak. Itu kebutuhan paling mendesak di sini,” ujarnya.

Hal senada disampaikan dr Amien Ahsal, yang menilai warga membutuhkan pendampingan kesehatan berkelanjutan selama masa pemulihan.

Tokoh pemuda Arrahim Ndut, mewakili warga, menyampaikan rasa terima kasih kepada tim. “Ini bantuan obat-obatan pertama yang masuk sejak banjir. Kami sangat bersyukur ada yang datang menolong,” katanya.

Halaman:

Terkini

PAMI Desak Usut Tuntas Pungli dan Polemik ASN "R"

Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:17 WIB