Tanjungbalai,Indonesia Monitoring.com
Sejumlah aktivis mahasiswa bersama pemuda yang mengatasnamakan Koalisi Tim Hanif, melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Wali Kota dan Kantor DPRD Tanjungbalai, terkait temuan yang ada di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanjungbalai, Senin (2/2/2025)
Dalam aksinya massa Koalisi Tim Hanif meminta pertanggungjawaban terkait pengoperasian MBG yang tidak sesuai dengan juknis nomor 244 tahun 2025 tentang Makan Bergizi Gratis (MBG)
"Kami mendesak ketua SPPG untuk memberikan rekomendasi penutupan sementara atas operasional MBG yang kami duga belum memenuhi standarisasi juknis yang tertera pada nomor 244 tahun 2025 tentang MBG", kata Rizky Simatupang dalam orasinya
Koalisi Tim Hanif, juga menuntut agar dapur SPPG yang berada di Kota tanjungbalai segera ditutup, karena diduga belum mencukupi standarisasi juknis yang sudah ditentukan.
Rizky Simatupang, juga mempertanyakan sertifikat laik sehat (SLS) dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta pengawasan dalam pengelolaan makanan sebelum di serahkan di sekolah-sekolah
Secara bergantian, Andreant Hanif yang akrab disapa bung Hanif mendesak ketua Satgas MBG kota Tanjungbalai untuk melakukan tindakan tegas atas SPPG yang tidak memenuhi standarisasi sesuai juknis yang berpotensi melanggar hukum yang dapat merusak ekosistem lingkungan sekitar dan juga demi rasa nyaman dan aman bagi anak anak penerima manfaat
Hanif juga menyebutkan bahwa Tim Hanif sangat mendukung program Presiden Republik Indonesia H Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul, cerdas, sehat, dan berdaya saing, yang sebagai misi utamanya yakni peningkatan gizi, pengurangan stunting dan malnutrisi, peningkatan prestasi pendidikan, serta mendukung ekonomi lokal, terutama untuk kelompok rentan seperti anak sekolah, balita, ibu hamil, dan menyusui
Namun,kata Hanif kami tidak mau di kota Tanjungbalai ini terjadi seperti yang kita lihat di media sosial, seperti menu yang diduga gizinya tak sesuai,makanan yang disajikan busuk atau basi, buah yang berulat hingga kasus keracunan
"Kami cinta Tanjungbalai, untuk itu kami tidak ingin dikota ini terjadi seperti berita berita di media sosial, semua itu terjadi akibat dari ketidak sesuaian standarisasi juknis yang sudah ditentukan",teriak Hanif
Masa aksi diterima Sekda Kota Tanjungbalai Nurmalini Marpaung dan mengatakan pemko Tanjungbalai tidak ada hak mutlak untuk melakukan penutupan terhadap dapur dapur yang ada tapi Nurmalini mengatakan akan melakukan rapat bersama bila perlu akan mengeluarkan rekomendasi kepada Badan Gizi Nasional (BGN)
Selain itu saat RDP di gedung DPR dengan komisi C yang di hadiri Martin Chaniago sebagai pimpinan, H.Tedy Erwin, Junaidi Karo Karo, Neny Kosasih dan para masa aksi menyatakan akan segera memanggil seluruh penanggung jawab dapur MBG dan OPD terkait.
Masa aksi mengatakan akan menunggu dan terus memantau perkembangan lalu masa aksi membubarkan diri dengan tertib.(Yan)