Berikutnya akan ada bantuan lainnya, tidak hanya peralatan.
Ke depan, kata Herbet, akan dilaksanakan pelatihan pembukan keuangan bagi para pelaku UMKM. Para pesertanya, terutama para penerima bantuan.
“Selama ini banyak pelaku UMKM menggabungkan uang rumah tangga dengan uang usaha. Selain itu, akan ada juga bantuan untuk mengurus sertifkat halal, PIRT, NIB, termasuk bantuan modal,” terangnya.
“Kita akan siapkan koperasi PKK. Jadi, semua kendala pelaku UMKM bisa kita atasi, termasuk permodalan dari perbankan. Kita siap mendampingi pelaku UMKM yang ingin mendapatkan KUR dengan bunga rendah dari perbankan,” sambungnya.
Mengenai produk UMKM yang masih kurang promosi dan dikenal, Herbet mengatakan Pemko Pematangsiantar telah bermitra dengan sejumlah hotel. Hotel tersebut menyediakan space untuk menjual produk UMKM.
“Jadi, pelaku UMKM harus semangat agar produknya bisa dijajakan di hotel. Tentunya harus dengan kemasan (packaging) yang menarik,” ujar Herbet.
Menurut Herbet, Pemko Pematang siantar semangat mendukung pelaku UMKM. Sehingga pelaku UMKM harus lebih semangat demi memerbaiki kondisi ekonomi.
“Kita semua harus bergandeng tangan, termasuk nantinya dengan pengusaha pusat perbelanjaan. Kita sudah memiliki layanan Rumah Kemasan di Jalan Regu Kelurahan Bukit Sofa Kecamatan Siantar Sitalasari. Para pelaku UMKM bisa datang ke sana untuk konsultasi,” sebut Herbet, seraya menambahkan kemungkinan bantuan peralatan yang diberikan belum sesuai harapan, namun sebagai motivasi atau perangsang agar pelaku UMKM bisa lebih bersemangat.