• Rabu, 12 Agustus 2026

KA Sri BilahTabrak Avanza di Tebingtinggi, 9 Orang Tewas

.
Bastian Tampubolon, Indonesiamonitoring.com
- Kamis, 22 Januari 2026 | 16:27 WIB


Tebingtinggi |indonesia-monitori g.com.


Kecelakaan maut kembali terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Kereta Api (KA) Sri Bilah Utama jurusan Rantau Prapat–Medan menabrak mobil penumpang Toyota Avanza hingga jelek sembilan orang di Jalan Abdul Hamid, Lingkungan III, Kelurahan Tebingtinggi, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara, Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.

Berdasarkan keterangan Saksi di lokasi dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), mobil Toyota Avanza bernomor polisi BK 1657 ABP dikemudikan Abdul Kadir Al Jaelani dengan membawa delapan penumpang.

Kendaraan tersebut melaju dari arah Jalan Abdul Hamid menuju Bagelen. Sementara itu, KA Sri Bilah Utama yang dikemudikan masinis Hendrik Santoso bersama asisten masinis Goklas Junior Manurung melaju dari arah Rantau Prapat menuju Medan.

Setibanya di perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu, mobil Avanza diduga tidak berhenti dan tidak memperhatikan kedatangan kereta api. Akibatnya, bagian samping kiri mobil berbenturan dengan bagian depan lokomotif.

Mobil kemudian terseret sejauh kurang lebih 300 meter.

Benturan keras tersebut menyebabkan delapan penumpang meninggal dunia di tempat kejadian.

Sementara pengemudi mengalami luka berat dan sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Tebingtinggi sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Saksi mata di lokasi kejadian, Syahril dan Suherry, mengungkapkan bahwa mereka sempat meneriaki pengemudi agar berhenti sebelum melintasi rel.

Namun, mobil tersebut tetap melaju hingga akhirnya tertabrak kereta api.

Menurut keterangan keluarga korban, R. Rambe, di RS Bhayangkara Tebingtinggi, rombongan korban berangkat dari Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, untuk menghadiri acara keluarga di Kabupaten Batu Bara.

Usai dari Batu Bara, mereka melanjutkan perjalanan menjenguk keluarga yang sakit di Sei Sigiling, sebelum akhirnya hendak kembali ke Deli Tua.

Petugas kepolisian dari Satlantas Polres Tebingtinggi yang dipimpin Kasat Lalu AKP Lidya, S.Tr.K., SIK, MH, bersama jajaran langsung mendatangi lokasi kejadian, melakukan membantu korban, serta mengamankan TKP.

Seluruh korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Kota Tebingtinggi.

Sebanyak sembilan korban meninggal dunia, terdiri dari delapan penumpang yang meninggal di lokasi dan satu pengemudi yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan.

Halaman:

Editor: Bastian Tampubolon

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

350 Personel, Nihil Tersangka

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 09:03 WIB
X