Bengkulu —indonesia-monitoring.com
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu resmi melaksanakan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Bengkulu dalam rangka penguatan Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk menyelamatkan generasi muda dari ancaman bahaya narkoba menuju terwujudnya Indonesia Emas 2026.
Kepala BNNP Bengkulu, Kombes Pol. Alexander Soeky, menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba masih menjadi ancaman serius, khususnya bagi kelompok usia produktif dan pelajar.
Menurutnya, upaya penanggulangan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk sektor perbankan dan dunia usaha.
“Perjanjian kerja sama ini bukan sekadar seremoni, tetapi wujud komitmen bersama dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap narkoba.
BSI sebagai institusi perbankan syariah memiliki jaringan dan pengaruh luas yang sangat strategis untuk mendukung program P4GN,” ujar Kombes Alexander Soeky dalam keterangannya, Selasa.
Ruang lingkup kerja sama tersebut meliputi kegiatan sosialisasi bahaya narkoba di lingkungan kerja BSI, edukasi P4GN kepada nasabah dan masyarakat, pelaksanaan tes urine bagi pegawai, serta dukungan terhadap kampanye hidup sehat dan produktif tanpa narkoba.
Selain itu, kedua belah pihak sepakat untuk saling bertukar data dan informasi non-rahasia guna mendukung pencegahan dini.
Pihak BSI Area Bengkulu menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan implementasi nilai-nilai syariah yang menekankan perlindungan terhadap jiwa dan masa depan generasi bangsa.
BSI menilai bahwa lingkungan kerja yang bersih dari narkoba akan berdampak langsung pada peningkatan kinerja, integritas, dan kepercayaan publik.
Kombes Alexander Soeky menambahkan, generasi muda merupakan aset utama bangsa yang harus dijaga dari pengaruh negatif narkotika.
Dengan sinergi lintas sektor, diharapkan upaya pencegahan dapat menjangkau lebih luas dan efektif, khususnya di wilayah Bengkulu yang terus berkembang.
“Menuju Indonesia Emas 2026, kita membutuhkan sumber daya manusia yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing.
Narkoba adalah musuh bersama yang harus dilawan dengan kolaborasi, edukasi, dan aksi nyata,” tegasnya.
Melalui pelaksanaan PKS ini, BNNP Bengkulu berharap dapat mendorong lebih banyak instansi pemerintah maupun swasta untuk terlibat aktif dalam P4GN.