Ia menambahkan, Sat Lantas Polres Langkat terus berupaya melakukan langkah preemtif, preventif, dan edukatif kepada masyarakat, namun dukungan lintas sektor tetap menjadi bagian penting dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib.
Menurutnya, beberapa persoalan di lapangan seperti kondisi jalan rusak, minimnya rambu, kurangnya penerangan, parkir yang tidak tertata, hingga aktivitas masyarakat di sekitar badan jalan, perlu ditangani bersama sesuai kewenangan masing-masing instansi.
“Keselamatan pengguna jalan adalah tanggung jawab bersama. Ketika semua pihak bergerak sesuai perannya, maka potensi kecelakaan, kemacetan, dan gangguan lalu lintas dapat kita tekan secara bertahap,” ungkapnya.
Melalui forum tersebut, Sat Lantas Polres Langkat juga mendorong penguatan data dan pemetaan titik rawan kecelakaan maupun titik rawan kemacetan agar langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Selain itu, forum ini juga menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi dalam menghadapi situasi tertentu, seperti peningkatan mobilitas masyarakat, bencana alam yang berdampak pada akses jalan, serta kebutuhan rekayasa lalu lintas pada kegiatan masyarakat berskala besar.
Sementara itu, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa upaya mewujudkan Kamseltibcarlantas harus dilakukan melalui kerja bersama yang konsisten dan terukur.
Menurutnya, keselamatan lalu lintas bukan hanya soal penegakan aturan di jalan, tetapi juga menyangkut kualitas pelayanan publik, kesiapan infrastruktur, kesadaran masyarakat, serta kecepatan respons antarinstansi dalam menyelesaikan persoalan di lapangan.