P.siantar,Indonesia Monitoring com
Pemerintah Kota (Pemko) Psiantar memiliki strategi dan inovasi dalam menurunkan angka pengangguran, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan. Seperti meningkatkan kreativitas warga untuk membangun kota yang unggul dan sejahtera dengan program unggulan serta membangun ekonomi kreatif masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan secara intensif.
Demikian dipaparkan Wali Kota Psiantar Wesly Silalahi SH MKn diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi dalam Penilaian Presentasi Kepala Daerah Dalam Rangka Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Dimensi Penurunan Tingkat Pengangguran. Kegiatan tersebut digelar oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara zoom meeting, Rabu (01/04/2026 ) sore, dan diikuti dari Command Center Lantai 2 Balai Kota Pematangsiantar.
Wesly yang diwakili Junaedi menerangkan, jumlah penduduk Kota Psiantar tahun 2024 sebanyak 277.054 jiwa dan di tahun 2025 sebanyak 279.198 jiwa, dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2024 sebesar 81,17 persen dan di tahun 2025 sebesar 81,71 persen. Sedangkan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 4,61 di tahun 2024 dan 4,09 di tahun 2025. Di tahun 2024, Indeks Gini Rasio sebesar 0,297 dan di tahun 2025 sebesar 0,332.
Dijelaskan, strategi yang ditempuh antara lain memperluas kesempatan kerja, memperkuat sinergi dengan program pemerintah pusat seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), serta mendorong berbagai program inovasi lintas sektor.
Berdasarkan data, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Psiantar tercatat 8,00 persen di tahun 2024. Sedangkan di tahun 2025 berada di angka 7,74 persen.
Selain itu, guna mendukung strategi keberlanjutan dalam penanganan pengangguran, Pemko Psiantar melalui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Inisiatif DPRD Psiantar, bersama Pemko Psiantar telah menyepakati adanya ranperda terkait Perlindungan Tenaga Kerja Lokal dan Ranperda Pemberian Insentif serta Kemudahan Berinvestasi.
Kemudian, penyusunan rencana tenaga kerja Kota Pematangsiantar tahun 2025-2029, dan rencana pembangunan industri Kota Psiantar.
“Dan sudah kita sepakati Ranperda Inisiatif. Semoga berjalan lancar untuk peningkatan kesejahteraan tenaga kerja Lokal khususnya di Psiantar,” katanya.
Dilanjutkannya, struktur ketenagakerjaan di Kota Psiantar pada bidang informal di tahun 2025 sebesar 51,64 persen atau 75.050 jiwa. Sedangkan bidang formal sebesar 48,36 persen atau 70.293.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, katanya, Pemko Psiantar mengarahkan pembangunan ketenagakerjaan melalui kebijakan Pembinaan Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK negeri dan swasta, pengelolaan informasi pasar kerja (job fair), pelaksanaan pelatihan kerja berbasis kompetensi dengan sertifikat BNSP, serta pemberian bantuan peralatan melalui Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan. Ditambah, wajib lapor lowongan kerja guna memonitoring laporan perusahaan pada lowongan kerja, serta memfasilitasi pelaksanaan rekrutmen.
Selain itu, pemerintah menyiapkan pelatihan kewirausahaan, manajemen usaha, hingga standardisasi produk guna meningkatkan daya saing masyarakat dan mendorong terciptanya usaha baru.
Dalam paparannya juga, Wesly menyampaikan berbagai kegiatan telah dilakukan secara konkret untuk menekan angka pengangguran. Salah satunya melalui pelaksanaan job fair (bursa kerja).
Wesly juga menegaskan, upaya menurunkan pengangguran tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.
“Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat agar penanganan pengangguran berjalan lebih efektif,” tukasnya.
Pemko Psiantar juga telah banyak merekrut pemuda-pemudi yang bergelut di bidang industrial ekonomi kreatif, seperti content creator hingga tenaga-tenaga yang memiliki kompetensi pada bidang yang dibutuhkan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).