Tanjungbalai,Indonesia Monitoring.com
Terkait penataan lapak pedagang di pasar tradisional yang ada di kota Tanjungbalai, yang sebelumnya sudah diberikan surat konfirmasi, bahkan sampai melakukan aksi Unras beberapa kali akhirnya Perhimpunan Aktivis Muda Indonesia (PAMI) ambil sikap melaporkan Plt Kepala Disdagper ke kejaksaan negeri Tanjungbalai Asahan.
Hal itu dikatakan ketua umum PAMI Rizky Simatupang didampingi Sekretaris Umum M. Dafi Rahman Sinaga kepada awak media didepan kantor kejaksaan negeri Tanjungbalai Asahan, setelah keluar dari ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), kamis (2/4/2026).
Rizky Simatupang mengatakan, sebelumnya PAMI sudah melayangkan surat konfirmasi namun Plt Kepala Disdagper tidak dapat memberikan klarifikasi, lalu PAMI melakukan beberapa kali aksi Plt Kepala Disdagper juga tidak mampu menjawab apa yang dipertanyakan hanya dengan mengatakan dirinya tidak tahu
Maka dari itu, kata Rizky Simatupang selaku ketua umum PAMI mengambil sikap melaporkan dugaan permasalahan yang terjadi ke Aparat Penegak Hukum (APH) yakni ke kejaksaan negeri Tanjungbalai Asahan
"Kami sebelumnya sudah layangkan surat konfirmasi bahkan sudah beberapa kali aksi namun Plt Kadisnya tidak mampu menjawab pertanyaan yang kami berikan malah dia hanya menjawab tidak tahu dan tidak tahu, bagus dilaporkan aja biar dia tahu",jelas Rizky
Ia mengharapkan, untuk mendapatkan titik terang tentang persoalan penataan pasar tradisional pihak kejaksaan supaya jangan bermain main dalam menyikapi laporan dari PAMI demi terwujudnya Tanjungbalai Emas
"Saya selaku ketua Umum PAMI berharap dan tegaskan agar pihak kejaksaan negeri Tanjungbalai Asahan tidak bermain main atas laporan kami demi terwujudnya kota Tanjungbalai ini menjadi Tanjungbalai Emas sesuai dengan Visi dan Misi wali kota dan wakil", tegasnya
Ketika ditanya hal apa saja yang dilaporkan Rizky Simatupang menjawab sudah dirincikan dengan jelas didalam surat laporan apa saja item item nya
"Sudah terperinci bang didalam surat laporan kami, biar pihak kejaksaan nanti yang memeriksanya",jawab ketua umum Perhimpunan Aktivis Muda Indonesia Rizky Simatupang.(Yan)