Sei Rampah,Sergai
Indonesia-monitoring.com
Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H. Darma Wijaya menerima audiensi sejumlah kelompok masyarakat di ruang kerjanya di Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Selasa (28/4/2026). Audiensi tersebut membahas rencana kegiatan di bidang budaya, olahraga tradisional, dan kepemudaan.
Audiensi pertama datang dari Yayasan Sauti Serampang Dua Belas yang memaparkan rencana penyelenggaraan Festival Bumi Serampang Dua Belas pada 15–16 Mei 2026 di Lapangan Segitiga Perbaungan.
Ketua Yayasan Sauti Serampang Dua Belas Tata, SE, menyampaikan festival tersebut diharapkan menjadi wadah pelestarian budaya daerah sekaligus memperkuat identitas Tari Serampang Dua Belas sebagai salah satu ikon Kabupaten Sergai.
“Kami berharap melalui festival ini, budaya lokal tetap lestari dan semakin dikenal masyarakat luas. Kami juga ingin Tari Serampang Dua Belas benar-benar menjadi ikon daerah,” ujar Tata.
Menanggapi hal itu, Bupati Sergai menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Menurut Darma Wijaya, pelestarian budaya harus terus dilakukan melalui kegiatan yang mampu melibatkan masyarakat secara luas.
“Pemkab Sergai tentu mendukung kegiatan yang bertujuan melestarikan budaya lokal dan menjaga warisan daerah, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan budaya Sergai kepada masyarakat yang lebih luas,” kata Bupati yang akrab disapa Bang Wiwik ini.
Ia menambahkan, kegiatan kebudayaan juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
“Setiap kegiatan yang menghadirkan banyak orang tentu membuka peluang bagi UMKM. Selain itu, fasilitas yang telah dibangun pemerintah juga harus dimanfaatkan dengan baik dan dirawat bersama,” ujarnya.
Selanjutnya di audiensi kedua berlangsung bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sergai yang menyampaikan rencana pelaksanaan kejuaraan pencak silat pada 30 April hingga 3 Mei 2026 di GOR Replika Perbaungan.
Ketua IPSI Sergai, Irwan, mengatakan kejuaraan tersebut akan melibatkan peserta dari kalangan pelajar hingga dewasa, serta diikuti 22 perguruan silat di Sergai.
“Kegiatan ini selain sebagai ajang kompetisi, juga upaya melestarikan budaya serta membuka ruang bagi pelaku UMKM lokal. Kami juga berharap pencak silat dapat semakin berkembang dan masuk ke lingkungan sekolah,” ujarnya.
Bang Wiwik menyambut baik rencana tersebut dan menilai pencak silat perlu terus dikembangkan sebagai aktivitas positif bagi generasi muda.
“Kami senang melihat pencak silat kembali hidup dan berkembang di Sergai. Pemerintah mendukung agar kegiatan ini berjalan lancar dan sukses dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia,” kata Bupati.