Menurutnya, informasi yang akurat juga dapat mendorong pembangunan infrastruktur pasar, digitalisasi, serta rantai pasok yang lebih efisien. Selain itu, pemetaan sektor usaha membuka peluang kolaborasi antara pelaku UMKM dengan usaha skala lebih besar.
Nizaruddin menyebutkan, iklim usaha yang sehat juga dapat tercipta melalui kebijakan persaingan dan perlindungan UMKM berbasis data.
“Semakin akurat data yang dikumpulkan, semakin tepat pula kebijakan yang dihasilkan,” ujarnya
BPS pun mengajak seluruh pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 demi pembangunan ekonomi yang lebih inklusif khususnya di Kota Tanjungbalai.(Yan)