"Perlindungan anak merupakan tanggung jawab kita bersama. Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah atau lembaga tertentu karena semuanya memiliki keterbatasan. Yang kita hadapi banyak, tetapi yang melapor belum tentu sebanyak itu. Yang tidak melaporkan justru bisa lebih banyak," ujar Hanum.
Melalui kehadiran PATBM, masyarakat di akar rumput diharapkan mampu berfungsi sebagai mata dan telinga yang peka terhadap berbagai potensi persoalan anak di lingkungan sekitarnya.
Sosialisasi ini turut dihadiri oleh Asisten Administrasi dan Umum Setdakab Tapteng Nurjalilah, Manager Pusaka Indonesia Bidang Kebencanaan dan Iklim Franz, Tim Ahli Pusaka Indonesia Marjoko, perwakilan Kementerian PPPA RI
Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, BPBD, Dinas Sosial, Disdukcapil, Dinas PMD, Tapem, Bappeda, jajaran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tapteng, Unit PPA Polres Tapteng yang diwakili oleh AKP Dorpis Sitompul, Agama, serta unsur tokoh agama dan tokoh masyarakat.
*JS*