daerah

Dugaan Korupsi Dana BOS di SD Negeri 034783 Desa Bangun, Ratusan Juta Rupiah Dipertanyakan

Kamis, 16 Oktober 2025 | 01:58 WIB

Indonesia monitoring com I Dairi

Penggunaan dan pengalokasian anggaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di UPT SD Negeri 034783 Desa Bangun, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, kini menjadi sorotan tajam. Diduga, anggaran tersebut disalahgunakan oleh oknum pengelola sekolah untuk kepentingan pribadi.

Kepala Sekolah SD Negeri 034783, Norsayan Naibaho, diduga kuat menyalahgunakan anggaran Dana BOS yang diterima sekolah setiap tahunnya. Berdasarkan data yang diperoleh dari sumber terpercaya, total anggaran Dana BOS yang diterima sekolah ini mencapai sekitar Rp300 juta per tahun, khususnya pada tahun 2024, dan penggunaannya diduga tidak tepat sasaran.

Salah satu pos anggaran yang mencurigakan adalah dana perpustakaan tahun 2024 yang mencapai Rp38 juta, serta dana untuk penyelenggaraan administrasi kegiatan satuan pendidikan yang tercatat menghabiskan dana hingga ratusan juta rupiah.
Kecurigaan semakin menguat saat tim wartawan menelusuri anggaran Dana BOS tahun 2025 tahap pertama.

Dalam data yang dihimpun, tercatat dana sebesar Rp42.500.000 dialokasikan seluruhnya untuk pembayaran honor. Padahal, berdasarkan pengakuan salah satu guru, sekolah ini hanya memiliki dua tenaga honorer aktif.

Ketika tim wartawan mengunjungi SD Negeri 034783 untuk melakukan konfirmasi, Kepala Sekolah tidak berada di tempat. Diketahui dari staf sekolah bahwa yang bersangkutan sedang mengikuti kegiatan di luar sekolah.
Tak hanya itu, dugaan praktik korupsi ini juga menyeret kemungkinan adanya keterlibatan oknum dari dinas terkait, yang diduga turut memuluskan jalannya penyalahgunaan anggaran tanpa pengawasan ketat.
-


Melihat besarnya anggaran yang dikelola dan potensi penyimpangan yang terjadi, publik mendesak agar Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi, Inspektorat Kabupaten Dairi, dan bahkan Bupati Dairi turun langsung melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan Dana BOS di sekolah tersebut.

Langkah ini dianggap penting guna menjawab dugaan kuat keterlibatan oknum dari dinas terkait serta untuk memastikan bahwa dana pendidikan benar-benar digunakan demi kepentingan dan kemajuan peserta didik, bukan untuk memperkaya segelintir pihak Tutupnya. (R).

Terkini

PAMI Desak Usut Tuntas Pungli dan Polemik ASN "R"

Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:17 WIB