daerah

SKK Migas Kalsul Gelar Coffee Morning Bersama Media, Lifting Migas 2025 Capai 99 Persen.

Jumat, 19 Desember 2025 | 12:38 WIB

Balikpapan—indonesia-monitoring.com

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) menggelar coffee morning bersama awak media di Balikpapan, Jumat (19/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di D’Cafe Ruko Bandar Balikpapan ini dihadiri jurnalis dari media cetak, televisi, hingga media daring yang selama ini aktif mengawal pemberitaan sektor energi dan sumber daya alam.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara SKK Migas dan insan pers, tetapi juga dimanfaatkan sebagai forum terbuka untuk menyampaikan capaian kinerja hulu migas sepanjang tahun 2025, sekaligus memaparkan rencana strategis ke depan. Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif, dengan sejumlah jurnalis mengajukan pertanyaan terkait produksi migas, investasi, hingga kontribusi sektor energi bagi daerah.

Kepala SKK Migas Perwakilan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi, Ashari Idris, menyampaikan apresiasi kepada media yang dinilainya memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi secara objektif dan berimbang kepada masyarakat. Menurutnya, transparansi informasi menjadi salah satu kunci keberhasilan pengelolaan sektor hulu migas.

“Capaian kinerja SKK Migas tidak terlepas dari dukungan rekan-rekan media yang terus mengawal dan menyebarluaskan informasi kegiatan kami kepada publik. Peran media sangat strategis dalam membangun pemahaman masyarakat terkait industri hulu migas,” ujar Ashari.

Ashari menjelaskan, sepanjang 2025 SKK Migas terus berupaya menjaga dan meningkatkan produksi migas, khususnya gas bumi, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan energi nasional. Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari optimalisasi lapangan eksisting, survei seismik, hingga penyusunan rencana pengeboran sumur-sumur baru yang memiliki potensi produksi signifikan.

Fokus pengembangan, lanjut Ashari, juga diarahkan ke wilayah Sulawesi yang dinilai memiliki potensi cadangan migas cukup menjanjikan. Bersama para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), SKK Migas terus melakukan kajian teknis dan ekonomi untuk memastikan pengembangan migas di wilayah tersebut dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Potensi migas di Sulawesi sangat besar dan terus kami kaji untuk dikembangkan. Kami berharap ke depan wilayah ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi migas nasional,” katanya.

Selain Sulawesi, SKK Migas Kalsul juga tengah mempersiapkan pengoperasian pengeboran sumur baru pada tahun 2026 yang berlokasi di Teluk Balikpapan. Proyek tersebut diharapkan mampu menambah kapasitas produksi sekaligus mendorong multiplier effect bagi perekonomian daerah, mulai dari peningkatan pendapatan daerah hingga penyerapan tenaga kerja lokal.

Ashari menegaskan, sektor hulu migas memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Oleh karena itu, SKK Migas terus mendorong sinergi dengan Pemerintah daerah agar pengelolaan migas dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Dalam forum tersebut, SKK Migas juga mengajak awak media untuk turut mendukung upaya pemerintah daerah, termasuk usulan Gubernur terkait evaluasi Instruksi Presiden (Inpres). Evaluasi tersebut diharapkan dapat memberikan kewenangan otonomi yang lebih besar kepada daerah, sehingga daerah penghasil migas dapat lebih leluasa mengoptimalkan kontribusi sektor energi bagi pembangunan lokal.

Sementara itu, Pengawas Utama Lifting SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Damar Setyawan, memaparkan capaian lifting migas sepanjang tahun 2025 yang telah mencapai 99 persen dari target yang ditetapkan. Capaian ini dinilai mencerminkan kinerja produksi yang berjalan stabil dan terkelola dengan baik.

“Realisasi lifting migas hingga saat ini telah mencapai 99 persen. Ini menunjukkan bahwa produksi migas di wilayah Kalimantan dan Sulawesi berjalan dengan baik, didukung pengawasan ketat dan koordinasi yang solid antara SKK Migas dan para kontraktor,” ungkap Damar.

Menurut Damar, capaian tersebut bukan tanpa tantangan. Sepanjang tahun 2025, sejumlah kendala teknis dan nonteknis sempat dihadapi, mulai dari faktor cuaca, kondisi lapangan, hingga aspek perizinan. Namun, melalui kerja keras dan kolaborasi lintas sektor, berbagai kendala tersebut dapat diatasi.

Halaman:

Terkini

PAMI Desak Usut Tuntas Pungli dan Polemik ASN "R"

Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:17 WIB