Hartono memastikan, meskipun progres pembangunan sudah mencapai sekitar 20 persen, bangunan yang terlanjur berdiri akan dibongkar.
Ia menyebut pembongkaran akan dilakukan secara gotong royong oleh warga. Sementara itu, pemerintah desa akan mencarikan lokasi pengganti di Tanah Kas Desa yang dinilai lebih strategis dan tidak berpotensi menimbulkan konflik.
Hasil mediasi telah dituangkan dalam kesepakatan tertulis yang disaksikan unsur Forkopimcam dan perwakilan warga. Warga berharap ke depan pemerintah desa lebih transparan dan melibatkan masyarakat sejak awal dalam setiap program pembangunan.(Suli)