Lisnawati menjelaskan, sosialisasi dan pembekalan tersebut merupakan tahapan penting sebelum proses pengangkatan Pegawai BLUD Puskesmas. Para peserta diberikan pemahaman mengenai visi dan misi pelayanan kesehatan daerah, tata kelola BLUD, budaya kerja organisasi, serta tanggung jawab yang akan diemban apabila nantinya diberikan amanah sebagai Pegawai BLUD.
Lisnawati menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis tenaga kesehatan, tetapi juga sikap, etika, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap masyarakat.
"Kami berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh untuk menambah wawasan, memperkuat kompetensi, serta membangun komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk menunjukkan kesiapan, dedikasi, dan kesungguhan dalam mengabdi di bidang kesehatan," katanya.
Selain pembekalan administrasi, peserta juga menerima materi terkait aktivasi dan penggunaan aplikasi Satu Sehat, orientasi peralatan kesehatan dasar, serta penguatan Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Materi tersebut diberikan sebagai upaya mendukung transformasi layanan kesehatan yang semakin modern, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dalam sesi tersebut, seluruh peserta diwajibkan mengunggah dokumen administrasi ke aplikasi Satu Sehat sebelum mengikuti tahapan ujian. Langkah ini dilakukan untuk memastikan data tersimpan secara akurat, terintegrasi, dan mudah diakses sebagai bagian dari transformasi digital sektor kesehatan.
Lisnawati menambahkan, program rekrutmen Pegawai BLUD ini merupakan tindak lanjut arahan Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah untuk kembali memberdayakan tenaga kesehatan yang sebelumnya dirumahkan.
"Mereka yang diprioritaskan adalah para TKS yang sebelumnya dirumahkan. Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk kembali memberdayakan tenaga kesehatan yang telah memiliki pengalaman dalam pelayanan kesehatan," jelasnya.
Saat ini, Kabupaten Tapanuli Tengah memiliki 25 puskesmas yang terdiri dari enam puskesmas rawat inap dan 19 puskesmas rawat jalan. Seluruh fasilitas kesehatan tersebut terus didorong untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.