“Kenapa Bupati Deli Serdang, Satpol PP Deli Serdang tidak berani atau tidak mampu menindak pabrik kasur ini? Kalau memang tidak mampu menindak, ya mundur saja dari pejabat,” tegasnya.
Orator lain, Marolop Sihotang menduga pembiaran ini bukan karena ketidakmampuan, melainkan ada "main mata".
“Tidak mungkin Satpol PP tidak berani, tidak mampu. Dengan pembiaran selama ini, kita patut menduga Pemkab Deli Serdang dan Satpol PP mendapatkan sesuatu sehingga diam tanpa bertindak,” ujarnya.
Sementara itu Habib orator lainnya menantang Satpol PP untuk turun langsung ke lokasi bersama massa.
“Kalau Satpol PP benar-benar berani bertindak, ayo kita DPD MOSI mengajak turun ke lokasi untuk melakukan penindakan. Tunjukkan ke masyarakat bahwa Satpol PP tidak ada kaitan dengan lambatnya penanganan pabrik kasur ini,” tegasnya.
Ketua DPD MOSI Rudi Hutagaol menyatakan kecewa karena tuntutan tidak dijawab tuntas. Ia mengancam akan menggelar aksi lebih besar dengan melibatkan media lain jika pabrik itu tetap dibiarkan beroperasi.
Di tengah aksi, M. Sidebang, Kabid SDA Satpol PP Deli Serdang menemui massa. Ia menyatakan pabrik tersebut "sudah dalam proses penanganan". Namun saat ditanya kepastian waktu pembongkaran, Sidebang tidak dapat memastikan.
Jawaban itu memicu ketegangan. Sejumlah massa sempat mencoba memanjat pagar kantor bupati yang dijaga ketat.
Akhirnya perwakilan Bupati Deli Serdang menemui massa. Aspirasi diterima dan perwakilan DPD MOSI diajak dialog.