Kepahiang,indonesia-monitoring.com — Minggu, 30 November 2025.
Pelaksanaan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Taekwondo periode ketiga tahun 2025 kembali digelar di Kabupaten Kepahiang. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi para peserta yang telah menjalani proses latihan panjang untuk membuktikan kemampuan teknis serta kedisiplinan mereka.
UKT Taekwondo ini merupakan agenda resmi organisasi taekwondo di Kepahiang untuk menilai peningkatan kemampuan peserta. Dalam prosesnya, para taekwondoin menunjukkan rangkaian teknik seperti tendangan, pukulan, jurus (poomsae), hingga evaluasi mental dan kedisiplinan.
Peserta berasal dari berbagai tingkatan sabuk, mulai dari pemula hingga tingkat lanjutan. Instruktur serta tim penguji resmi turut hadir untuk memastikan proses penilaian berlangsung objektif dan sesuai standar Taekwondo Nasional.
Ujian ini dilaksanakan pada Minggu, 30 November 2025, sebagai ujian kenaikan tingkat periode ke-3 pada tahun 2025.
Kegiatan berlangsung di wilayah Kabupaten Kepahiang, yang selama ini aktif membina atlet muda melalui berbagai program pelatihan bela diri.
UKT bukan sekadar penilaian kemampuan fisik, tetapi juga sarana pembentukan karakter. Latihan intensif menuju ujian ini membangun disiplin, tanggung jawab, dan kepercayaan diri peserta. Keberhasilan mereka naik tingkat menjadi bentuk penghargaan atas usaha yang konsisten.
Selain itu, Taekwondo menanamkan nilai moral seperti kesopanan, kejujuran, rasa hormat, serta memperkuat persaudaraan antar-atlet dari berbagai tingkatan. Hal ini menjadikan UKT bukan hanya ajang evaluasi, tetapi juga momentum peneguhan nilai positif dalam bela diri.
Selama ujian, peserta menampilkan teknik dasar hingga lanjutan, termasuk akurasi gerakan dan penguasaan jurus. Penilaian meliputi kemampuan fisik, kekuatan fokus, serta sikap mental.
Melalui kegiatan seperti ini, peserta tidak hanya mengembangkan keterampilan bela diri, tetapi juga meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani. Taekwondo dikenal sebagai olahraga yang menyeimbangkan latihan fisik dan mental, sehingga memberikan dampak positif bagi perkembangan remaja dan anak-anak.
Secara keseluruhan, UKT Taekwondo periode ketiga tahun 2025 di Kepahiang menjadi bukti bahwa bela diri bukan sekadar olahraga, tetapi sebuah proses pembentukan karakter yang kuat, bertanggung jawab, dan berprestasi.
(Debi S)