nasional

Masyarakat Kab.Serdang Bedagai Mengeluh Harga Gabah Turun Namun Harga Beras Mahal Pemerintah Di Minta Perhatikan Nasib Petani.

Selasa, 11 Juli 2023 | 22:10 WIB
Masyarakat Kab.Serdang Bedagai Mengeluh Harga Gabah Turun Namun Harga Beras Mahal Pemerintah Di Minta Perhatikan Nasib Petani.

 

Sergai.
Indonesia-monitoring.com.

Masyarakat huta nauli kecamatan dolok masihul kabupaten serdang bedagai meminta pemerintah agar,memperhatikan nasib petani yang mana masyarakat huta nauli kec, dolok masihul kabupaten serdang bedagai tersebut.mengeluh dengan harga gabah turun sedangkan harga beras mahal,ucap Sri Megawati situmorang pada hari selasa(11/7/2023).

Lanjut,sri megawati situmorang yang mengatakan kalo harga gabah turun namun harga beras mahal,belum lagi buat biaya operasional juga naik dalam kondisi seperti ini sudah tak pantas lagi,sehingga tidak sesuai harga gabah dengan kami para petani,"ujarnya.

Sri megawati situmorang juga menyampaikan kekesalan nya,dalam perincian biaya yang harus di keluarkan,yakni biaya tanam sebelumnya 50.Rp sekarang menjadi 70 ribu rupiah perante, biaya jetor(olah tanah) 80 Rp perante,biaya racun naik 20%,biaya pupuk, naik 20%namun pupuk subsidi yang di salurkan buat kami masyarakat berkurang,belum lagi biaya jasa panen padi(Gabah)100 ribu rupiah perante,"jelasnya.

Dalam hal ini juga bacaleg DPRD kabupaten serdang bedagai dari partai perindo dapil 4, Ctra Yanti Siahaan juga mendapat pengaduan masyarakat huta nauli sri megawati situmorang menyebutkan iya untuk setiap rante lahan masyarakat harus mengeluarakan biaya 850,000 dengan perincian biaya tanam 70 ribu rupiah + jetor 80 ribu rupiah+biaya jasa panen 100 ribu rupiah+600 ribu rupiah yang merupakan biaya pupuk racun, merumput, jasa semprot serta jasa lain nya total biaya yang harus di keluarkan sekitar 850 ribu rupiah sedangkan produksi padi atau gabah perante sekitar 250 kg dengan total pendapatan yang bisa di peroleh sebesar Rp 1.250.000 yang mana artinya pendapatan yang di terima petani sudah di bawah batas garis kemiskinan,"imbuh Citra yanti Siahaan.

Ibu citra yanti juga menyatakan agar petani itu bisa menutupi kebutuhan sehari-hari,maka masyarakat tersebut harus memiliki sekitar 6 sampai 7 rante, namun jika masyarakat tersebut memiliki 4 anak maka tinggal di kalikan saya, yakni 6 (anak plus kedua orang tua) di kalikan 7 rante, sama dengan 42 rante ini jumlah minimal lahan yang harus di miliki petani jika memiliki 4 anak padahal sedikit petani yang memiliki lahan seluas itu,bahkan luasan lahan pertanian setiap tahun, terus menyusut.,Jelasnya.

Ditengah persoalan tersebut, petani jjuga harus di hadapkan dengan masuknya beras impor yang kemudian membuat harga beras turun dan begitu juga dengan harga padi atau gabah.

Ibu citra yanti juga menyebutkan bila padi atau gabah yang sudah turun akan kembali merosot akibat masuknya beras impor ini,maka petani akan semakin tersudutkan,"Jelasnya.
-


Beliau juga mengatakan bila hal ini terjadi dalam skala luas, maka kita akan mengalami kerugian besar karna harus mengimpor beras dalam volume besar dan ujung-ujungnya Devisa kita tergerus untuk membayar beras impor.

Maka dari itu ibu citra yanti siahaan sebagai bacaleg DPRD kabupaten serdang bedagai dari partai perindo dapil 4 berharap agar pemerintah untuk memberikan perhatian khusus kepada petani yang ada di kabupaten serdang bedagai jangan sampai petani tersebut kehilangan Gairah untuk menamam padi dan lebih memilih menjual lahan mereka,"Pungkasnya.
(C.M.)

Terkini

Akino Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Banyuasin

Jumat, 31 Juli 2026 | 16:00 WIB